Dari 10 Lembaga Survei di Pilkada Surabaya, 7 Unggulkan Eri Cahyadi-Armuji, Sisanya Machfud Arifin-Mujiaman

Kompas.com - 04/12/2020, 19:06 WIB
Debat publik Pilkada Surabaya 2020 putaran pertama, Rabu (4/11/2020) malam. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALDebat publik Pilkada Surabaya 2020 putaran pertama, Rabu (4/11/2020) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - 10 lembaga survei merilis hasil surveinya sepanjang masa kampanye Pilkada Surabaya 2020.

Dari 10 lembaga survei tersebut, pasangan calon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji unggul di 7 lembaga survei, sementara sisanya pasangan calon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman.

Berikut 10 lembaga yang melakukan survei Pilkada Surabaya 2020 berdasarkan catatan Kompas.com :

1. Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM). Lembaga ini melakukan survei pada awal Oktober 2020 kepada 1.000 responden.

Hasilnya, elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji unggul 6,5 persen dari Machfud Arifin-Mujiaman lawannya.

Baca juga: Survei Pilkada Surabaya: Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji 49,9 Persen, MA-Mujiaman 38,1 Persen

Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji sebesar 48,6 persen, sedangkan Machfud Arifin-Mujiaman 42,1 persen. 9,3 persen responden belum menentukan pilihan.

2. Lembaga survei Populi Center menyatakan, elektabilitas pasangan Eri Cahyadi-Armuji unggul sekitar 3,3 persen dari lawannya, yakni Machfud Arifin-Mujiaman. 

Elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji sebesar 41 persen, sementara Machfud-Mujiaman 37,7 persen.

Survei dilakukan 6-13 Oktober 2020 dengan melibatkan 800 responden. Margin of error pada sebesar 4,0 persen dengan tingkat kepercayan 95 persen.

3. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis hasil survei untuk Pilkada Surabaya 2020.

Hasilnya elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji sebesar 48,5 persen, sedangkan Machfud Arifin-Mujiaman lawannya 37,3 persen. 14,2 persen lainnya belum menentukan pilihan.

Survei dilakukan pada 11-18 November 2020 dengan melibatkan 820 responden yang terpilih dengan metode multistage random sampling dan diwawancara lewat tatap muka. Margin of error survei sekitar 3,5 persen.

4. Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas pasangan Eri Cahyadi-Armuji berada di angka 55,3 persen, sementara Machfud Arifin-Mujiaman di angka 33,8 persen.

Dengan demikian, ada selisih 21,5 persen antara kedua pasangan calon.

Survei Cyrus Network dilaksanakan 23-27 November 2020 dengan melibatkan 400 responden dengan margin of error 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

5. Surabaya Survei Center juga mengunggulkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji dalam surveinya. Pasangan yang diusung PDI-P itu unggul dengan perolehan 49,9 persen.

Sementara, pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman memperoleh 38,1 persen. Masih ada 12 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Survei mulai digelar sehari setelah pascadebat publik kedua Pilkada Surabaya, pada 19-24 November 2020.

Survei digelar di seluruh kecamatan di Surabaya dan menyasar 880 responden. Margin of error survei lebih kurang 3,3 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X