Tertunduk, Bos Arisan Bodong Rp 9 Miliar Mengaku Tak Enak Badan di Hadapan Polisi

Kompas.com - 02/12/2020, 19:29 WIB
Penyidik Polres Cianjur memerlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari bos arisan HA saat ekspose perkara di mapolres, Rabu (2/12/2020). HA ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan serta pelanggaran undang-undang perbankan. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPenyidik Polres Cianjur memerlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari bos arisan HA saat ekspose perkara di mapolres, Rabu (2/12/2020). HA ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan serta pelanggaran undang-undang perbankan.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - HA alias A (46) perempuan bos arisan bodong dengan kerugian mencapi Rp 9 miliar hanya tertunduk saat rilis di Polres Cianjur pada Rabu (2/12/2020).

Saat dimintai keterangan di ruang Satreskrim, A mengaku sedang tidak enak badan.

"Tidak, saya sedang tidak enak badan," ujar A dilansir dari Tribunjabar.id.

A kemudian menyeka air matanya dengan tisu yang ia genggam. Sedangkan tangannya sedikit kaku dengan posisi kaki tertekuk di sebuah kursi roda.

Baca juga: Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

A memulai usahanya sejak tahun 2014.

Ia mengelola bisnis investasi dan berbagai paket arisan seperti umrah, hewan kurban, alat eletronik, perabotan rumah tangga, kendaraan, dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah anggota arisan yang dikelola A diperkirakan mencapai ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan dan daerah.

Ia menjalankan bisnisnya dengan cara menghimpun dana dari masyarakat melalui sejumlah paket arisan yang ditawarkan.

Baca juga: Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Dengan berjalannya waktu, ternyata beberapa paket arisan yang telah dijanjikan tak kunjung direalisasikan sampai tenggat waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

"Namun, saat pelaksanaannya tidak bisa memenuhi sesuai yang telah dijanjikan," ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton saat rilis di mapolres, Rabu (2/12/2020)

Akibatnya, para anggota arisan mengalami kerugian materi.

"Total kerugian berdasarkan LP (laporan polisi) mencapai Rp 9 miliar," ucap Anton.

Ia mengatakan, wanita paruh baya tersebut sempat mangkir dua kali saat pemanggilan.

"Setelah statusnya naik jadi tersangka, langsung kita amankan," kata Anton

Baca juga: Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Anton mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penggeledahan sesegera mungkin jika ditemukan tindak pidana pencucian uang dari hasil penipuan ini.

"Dari keterangan, tersangka memulai usahanya pada tahun 2014, memulai dengan usaha paket arisan dan jual beli barang cash dan kredit," katanya.

Polisi sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mengungkap kasus tersebut.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah mesin hitung uang, dua buah alat pemeriksa keaslian uang, ratusan brosur paket arisan, dan buku tabungan anggota.

Tersangka A dijerat Pasal 372 dan 378 KUHPidana serta Undang-Undang Perbankan dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Firman Taufiqurrahman | Editor: Farid Assifa), Tribun Jabar.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.