Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua, Anggota Polisi Luka Terkena Panah

Kompas.com - 01/12/2020, 14:07 WIB
David Oliver Purba

Editor

Sumber

KOMPAS - Massa membakar rumah milik calon bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar, di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Senin (30/11/2020).

Hal ini diduga terkait dengan kekecewaan pendukung salah satu calon bupati yang jagoannya dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat mengikuti pilkada.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, pembakaran dilakukan pada pukul 15.30 WIT.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Pembakaran rumah Chaerul yang saat ini juga menjabat wakil bupati Boven Digoel itu bermula ketika massa berkonvoi di pusat Tanah Merah, ibu kota Boven Digoel.

Massa memulai konvoi dari posko pemenangan salah satu calon bupati.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, 550 Warga di Radius 10 Kilometer dari Kawah Mengungsi

Massa kemudian bergera menuju rumah Chaerul dan mulai melakukan pembakaran.

 

"Kami bersama TNI sudah berupaya mencegah aksi massa. Namun, massa yang berjumlah sekitar 400 orang ini tetap nekat membakar rumah tersebut," kata Ahmad, dikutip dari Kompas.id, Selasa (1/11/2020).

Massa juga hendak merusak Kantor KPU Boven Digoel setelah membakar rumah Chaerul. Namun, pihak kepolisian berhasil menggagalkan niatan tersebut.

"Massa dengan menggunakan senjata tajam seperti panah menyerang ke kantor kantor KPU. Akibatnya, salah satu anggota kami terluka di punggung kiri karena terkena busur panah," tutur Ahmad.

Sebanyak tiga kompi pasukan telah bersiaga di Tanah Merah. Polisi terus berjaga di Kantor KPU Boven Digoel.

Berita ini telah ditayangkan di Kompas.id dengan judul: Massa Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com