Baliho Berisi Surat Gubernur tentang Pemecatan Faida Dipasang di Depan Pendopo Bupati Jember

Kompas.com - 01/12/2020, 13:06 WIB
Warga memasang baliho surat gubernur tentang usulan pemberhentian Bupati Faida pada Mendagri di depan pendopo wahyawibawagraha Selasa (1/12/2020)  BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMWarga memasang baliho surat gubernur tentang usulan pemberhentian Bupati Faida pada Mendagri di depan pendopo wahyawibawagraha Selasa (1/12/2020)

JEMBER, KOMPAS.com – Warga Jember yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Jember (GRJ) memasang baliho berukuran besar di depan Pendopo Wahyawibawagraha pada Selasa (1/12/2020).

Baliho itu memperlihatkan surat usulan pemberhentian Bupati Jember nonaktif Faida yang dikirim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Yang kami pasang dokumen negara, surat gubernur, fakta yang harus diketahui publik,” kata Koordinator GRJ Kustiono Musri kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.

Menurutnya, pemasangan baliho itu telah dilakukan sejak lama di sejumlah titik.

Lokasi pertama terletak di depan Kantor DPRD Jember. Tetapi, baliho itu dirusak oknum tak bertanggung jawab.

Baca juga: Luhut Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali, Kadinkes: Setelah Libur Panjang Tidak Meningkat

Mereka juga memasang baliho serupa di Kecamatan Jenggawah. Baliho itu juga berakhir rusak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski kerap dirusak, GRJ semakin termotivasi memperbanyak pemasangan baliho di titik lain.

“Hari ini ada enam yang akan kami pasang, sudah menyampaikan pemberitahuan pada pihak Satpol PP,” terang dia.

Mereka memasang baliho itu di depan Pendopo Jember, Pasar Tanjung, Kecamatan Jelbuk, dan Kecamatan Tangul. Bahkan, akan dipasang di 31 kecamatan di Jember.

Kustiono menegaskan, surat dari Khofifah itu harus diketahui masyarakat. Sebab, surat itu keluar berdasarkan pemeriksaan Inspektorat Pemprov Jatim terkait sejumlah masalah di Jember.

 

Mulai dari persoalan sanksi dari Kemendagri, KASN, hingga pembahasan APBD Jember yang selalu terlambat.

Kustriono menyebutkan, surat keputusan gubernur itu dibuat berdasarkan pemeriksaan, bukan hoaks.

GRJ menyayangkan oknum tidak bertanggung jawab yang merusak baliho yang sudah dipasang. Ia menduga hal itu dilakukan untuk menutupi kebenaran.

“Bagi kami itu adalah pembodohan warga Jember,” terang dia.

Baca juga: Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal

Kustiono menjelaskan, pemasangan baliho itu tak berkaitan dengan Pilkada Jember. Pemasangan baliho telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Ia berharap agar Kementerian Dalam Negeri segera menindaklanjuti permohonan yang diajukan Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengirim surat usulan pemecatan bupati Jember Faida pada Mendagri. Surat tersebut sudah dikirim sejak 7 Juli 2020. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X