Menguji Tuah Prabowo di Pilkada Sumatera Barat

Kompas.com - 01/12/2020, 12:31 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan panggung seusai menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANATRA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan panggung seusai menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

PADANG, KOMPAS.com - Mengenakan deta ikat kepala khas Minang, Prabowo Subianto mengangkat tangan kanan ke atas dengan simbol membentuk angka dua di jarinya.

Tak lupa kaca mata hitam dan baju safari khas empat kantong berwarna krem dengan latar masa yang memadati Pantai Padang tertulis, "Gubernur Pilihan Prabowo 2020".

Puluhan baliho dengan latar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tersebar di sejumlah titik di Kota Padang sejak dua pekan terakhir hingga saat ini, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Wali Kota Padang Diminta Menonaktifkan Kasatpol PP yang Diduga Bantu Calon Gubernur

Tak hanya itu, pada kalender 2021 yang dicetak juga terpampang foto Prabowo

Pesan di baliho tersebut berisi ajakan mewujudkan Sumatera Barat yang unggul, sebuah pesan yang merupakan moto pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri.

Kandidat nomor urut 02 itu diusung Partai Gerindra.

Pada pemilu presiden 2019, Prabowo Subianto tampil sebagai pemenang di Ranah Minang dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia mencapai 2.488.733 atau 85,92 persen.

Tak hanya itu, partai besutan Menteri Pertahanan itu juga jadi pemenang pemilu di Sumbar dengan meraih 3 kursi untuk DPR RI dan 14 kursi di DPRD Sumbar.

Nasrul Abit-Indra Catri merupakan pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra tanpa berkoalisi.

Sebab, jumlah kursi yang diperoleh pada pemilu 2019 mencukupi untuk mengusung calon sendiri.

Baca juga: Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Sumbar?

Nasrul lahir di Air Haji, Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan pada 24 Desember 1954.

Saat ini, ia merupakan Wakil Gubernur Sumbar 2015-2020, mendampingi Irwan Prayitno.

Sebelumnya, suami dari Wartawati ini merupakan Bupati Pesisir Selatan dua periode pada 2005-2015. Nasrul juga sempat menjadi Wakil Bupati Pesisir Selatan 2000-2005 mendampingi Darizal Basir.

 

Di kalangan pengurus Gerindra Sumbar, Nasrul bukan sosok yang asing, karena pada 17 Juli 2017 sampai 10 Desember 2019, ia merupakan Ketua Umum DPD Gerindra Sumatera Barat.

Saat Nasrul bersiap mengikuti Pilgub Sumbar, DPP Gerindra menunjuk Andre Rosiade sebagai Ketua DPD Gerindra Sumbar.

Pergantian ini cukup mendadak dan mengagetkan, karena dilakukan saat Nasrul tengah fokus mempersiapkan diri jelang Pilgub 2020.

Ia pun diamanahi jabatan baru sebagai Dewan Penasehat DPD Gerindra Sumbar agar fokus menghadapi Pilgub.

Wakil selalu kalah

Keputusan Nasrul untuk maju sebagai cagub Sumbar 2020 juga menarik untuk dicermati.

Sebab, dalam dua pemilihan gubernur terakhir di Sumbar, yakni pada 2010 dan 2015, wakil yang maju menjadi calon gubernur selalu kalah.

Pada Pilgub Sumbar 2010, Wakil Gubernur petahana Marlis Rahman dikalahkan oleh politisi PKS Irwan Prayitno.

Lalu pada Pilgub Sumbar 2015, Muslim Kasim yang menjabat wakil dan maju sebagai calon Gubernur juga dikalahkan oleh Irwan Prayitno sebagai petahana.

Pada perhelatan Pilkada 2020, Nasrul memilih berpasangan dengan Indra Catri, Bupati Agam dua periode yang menjabat sejak 2010 hingga 2020.

Indra lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 4 April 1961.

Dia mengawali karir sebagai birokrat di Pemkot Padang dan terakhir menjabat Kepala Bappeda Padang.

Pada awal pencalonan, Indra sempat tersandung masalah, karena ditetapkan Polda Sumbar sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI Mulyadi melalui akun Facebook palsu bernama Mar Yanto pada 11 Agustus 2020.

Namun, pada 23 September 2020, Bareskrim Polri menerbitkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang menimpa Indra Catri.

“Hasil dari setelah pendalaman kembali kasus itu dari Dirkrimsus Polda Sumbar dan Bareskrim, yang dipimpin Dirkrimsus sebelumnya Arly, belum cukup bukti saat itu. Makanya di-SP3, dihentikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu.

 

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa pendukungnya pada kampanye akbar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019).Antara/Iggoy El Fitra Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa pendukungnya pada kampanye akbar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019).
Menang harga mati

Pasangan nomor urut 02 ini mengusung tagline, Sumbar Unggul untuk Semua.

Dalam upaya pemenangan yang dilakukan, sejumlah tokoh pusat Partai Gerindra juga turun ke Sumbar, mulai dari Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco hingga Sandiaga Uno.

Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco mengatakan, kemenangan Nasrul Abit-Indra Catri di Pilgub Sumatera Barat merupakan harga mati bagi Partai Gerindra.

"Sumbar merupakan halaman depan Gerindra. Karena itu, semua kader partai tersebut harus habis-habisan memenangkan NA-IC," kata Dasco pada Rapat Konsolidasi Daerah Pemenangan Pilkada Serentak 2020.

Menurut dia, pemenangan NA-IC adalah marwah Prabowo dan semua harus bergerak.

"Perang ini harus dimenangkan,” kata Dasco untuk menegaskan.

Foto Prabowo jadi andalan

Tak hanya kader yang bergerak, foto Prabowo pun menjadi salah satu ikon andalan yang dipajang pada atribut kampanye, mulai dari baliho hingga kalender.

Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Andri Rusta menilai, penggunaan gambar tokoh nasional sudah lazim dilakukan sejak dulu dalam pelaksanaan Pilkada.

"Dulu saat SBY jadi presiden juga ramai menggunakan fotonya di Pilkada, pengaruh ke masyarakat memang ada," kata dia.

Ia menilai, bagi orang yang belum punya pilihan dan bingung, kemudian melihat foto Prabowo dan Gerindra akan mengingatkan pilihan pada Pemilu dan Pilpres 2019.

Secara persentase, ia menyebutkan, jumlah masyarakat yang pilihannya dipengaruhi oleh endorse (dukungan) tokoh-tokoh nasional cukup besar, mencapai 8 persen berdasarkan survei yang dilakukan.

"Angka 8 persen ini dengan elektabilitas yang ketat antar kandidat ini amat berpengaruh," kata Andri.

Meski Prabowo memutuskan masuk kabinet dan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menurut Andri, hal tersebut tidak jadi soal.

Sebab, hal itu merupakan isu elit dan masyarakat awam tidak melihat itu sebagai suatu pengkhianatan.

Ia meyakini keterpilihan Prabowo di Sumbar tetap tinggi.

"Bagi masyarakat awam, yang penting calon harus takah, tageh, tokoh, kemudian didukung Prabowo sudah cukup," kata dia.

Bahkan, menurut Andri, polemik omnibus law tidak signifikan pengaruhnya bagi masyarakat dan hanya menjadi konsumsi elit serta kelas menengah.

Ia berpendapat, isu yang yang berpengaruh bagi masyarakat adalah yang berdampak langsung seperti harga BBM dan harga sembako yang bersentuhan langsung.

Termasuk calon lain yang juga bermasalah, menurut Andri, hal itu cuma mainan elit dan tidak terkapitalisasi untuk tersampaikan dengan baik.

Terkait peluang Nasrul-Indra, Andri menilai, yang akan menentukan adalah mesin partai Gerindra, apakah bisa bergerak secara masif.

Dari hasil survei terakhir, yang bersaing adalah Mulyadi dan Nasrul Abit.

Namun, semua itu tergantung sejauh mana kemampuan mesin Gerindra menggaet pemilih.

Apakah Prabowo akan kembali bertuah dan mendulang sukses di Pilkada Sumbar 2020 dengan kemenangan calon yang didukung, pemungutan suara pada 9 Desember 2020 adalah jawabannya.

(Penulis: Ikhwan Wahyudi, Antara)



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X