Pengusaha Jasa Pesta Nikah Enggan Tes Swab, Resepsi Dilarang Sampai Zona Hijau

Kompas.com - 01/12/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi pernikahan ShutterstockIlustrasi pernikahan

PADANG, KOMPAS.com - Jika pelaku usaha pesta pernikahan tidak menyerahkan nama anggota dan karyawannya untuk di tes swab ke Pemko Padang Sumatera Barat, maka pelarangan pergelaran pesta pernikahan baru diperbolehkan sampai penyebaran virus corona terkendalikan.

"Tentunya surat edaran Wali Kota Padang tentang pelarangan pergelaran pesta pernikahan baru kita cabut setelah kasus Covid-19 mereda. Saat ini Kota Padang zona orange, artinya saat zona hijau baru kita perbolehkan, " ujar Kepala BPBD Kota Padang, Barlius, Selasa (1/12/2020) melalui telepon.

Lebih jauh Barlius mengatakan, surat edaran tersebut bisa dipertimbangkan jika para pelaku usaha memenuhi kesepatan dengan Pemkot Padang yaitu menyerahkan nama-nama anggotanya untuk di tes swab. Namun sampai kemarin nama-nama tersebut belum diserahkan.

Baca juga: Langgar Surat Edaran Wali Kota dan Tak Indahkan Peringatan Polisi, Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa

Barlius mengaku heran mengapa para pelaku usaha belum menyerahkan nama anggotanya untuk di tes swab.

"Karena mereka akan kontak dengan banyak orang. Tentunya mereka harus dipastikan tidak terpapar Covid-19, " ungkapnya.

Adanya dua pesta pernikahan yang dibubarkan pada Sabtu (28/11/2020) di Kecamatan Lubuk Begalung sangat disayangkan oleh Barlius.

"Padahal sudah jelas ada aturan kalau pesta pernikahan ini sudah dilarang, namun masih nekat saja menggelarnya, " paparnya.

Baca juga: Terlanjur Sewa Pelaminan, 2 Pesta Pernikahan di Padang Tetap Digelar, Dibubarkan Polisi karena Pandemi

Pemerintah Kota Padang kata Barlius, tidak melarang orang untuk menikah.

"Cukup melakukan akad nikah saja di masjid atau di rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kita tidak melarang orang menikah, yang kita larang itu pergelaran pesta pernikahan," ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Padang menggeluarkan surat edaran pelarangan pergelaran pesta pernikahan. Pelarangan dimulai dari 9 November hingga 22 November 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
Disebut Makan Gaji Buta, Adik Tiri Sultan HB X Buka Suara

Disebut Makan Gaji Buta, Adik Tiri Sultan HB X Buka Suara

Regional
Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Regional
Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Regional
Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X