Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2020, 19:12 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com - Perbaikan Jembatan Penggaron di wilayah Susukan, Kabupaten Semarang menjadi penyebab tersendatnya arus lalu lintas di Tol Semarang-Solo.

Perbaikan tersebut ditargetkan selesai pada 15 Desember 2020.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, pengerjaan perbaikan tersebut sudah berlangsung selama lima hari.

"Perbaikan di jalur A maupun jalur B yakni arah Solo maupun arah Jakarta, sehingga terjadi penyempitan jalan. Yang semula jalannya besar, ketika di lokasi terjadi penyempitan,” katanya, usai mengecek lokasi pekerjaan di KM 427+400 ruas tol Semarang-Ungaran, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Sopir Diduga Mengantuk, Truk Pengangkut Genteng Tabrak Pembatas Jalan di Ungaran

Akibat penyempitan jalan, saat volume kendaraan meningkat maka menimbulkan antrean panjang kendaraan karena dari dua lajur menjadi satu lajur.

"Antisipasinya dilakukan buka-tutup sebagian ruas jalan tol. Apabila volume kendaraan yang masuk tol meningkat maka semua kendaraan yang berada di dalam tol bakal dikeluarkan menuju jalur arteri. Bisa keluar dari pintu tol Ungaran maupun pintu tol Bawen," papar Aristo.

Supervisor Pemeliharaan Jembatan Tol Semarang-Solo, Kaspari mengatakan, pekerja fokus pada perbaikan Jembatan Penggaron khususnya pada pilar P-2.

"Pekerja berusaha memulihkan penyempitan siar muai jembatan yang terdeteksi tidak sama siar muainya antara ruas jalur B dan jalur A," jelasnya.

Baca juga: SMA Negeri di Ungaran Prioritaskan Anak Anggota Satgas Covid-19 dalam Penerimaan Siswa Baru

Upaya yang dilakukan PT TMJ untuk menekan terjadinya ketersendatan arus dan kecelakaan lalu lintas, di antaranya menempatkan rubber cone masing-masing sebanyak 100 buah sejak titik dua kilometer sebelum lokasi pekerjaan, baik jalur A maupun B.

"Kemudian satu kilometer menjelang lokasi pekerjaan, telah dipasang lampu penerangan berikut rambu lalu lintas termasuk petunjuk dan tanda peringatan," kata dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.