Alasan Ali Fauzi Berani Jamin Bebas Bersyarat Napi Terorisme Kasim Khow

Kompas.com - 30/11/2020, 16:22 WIB
Kasim Khow (baju biru) bersama Ali Fauzi (tengah) berada di kantor Yayasan Lingkar Perdamaian di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan. KOMPAS.COM/istimewaKasim Khow (baju biru) bersama Ali Fauzi (tengah) berada di kantor Yayasan Lingkar Perdamaian di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Kasim Khow sempat divonis 3,5 tahun pada Mei 2019 lalu sebagai narapidana terorisme (napiter), karena terbukti terlibat dalam pendistribusian bahan peledak kepada kelompok teroris di Poso.

Harusnya, Kasim bebas pada 11 Agustus 2021 dari Lapas Kelas I Surabaya Porong.

Dia lalu mendapatkan remisi 6 bulan 15 hari, sehingga waktu bebas dimajukan menjadi 28 Januari 2021.

Tapi, Kasim kemudian dibebaskan lebih awal lagi, karena menjalani program Cuti Menjelang Bebas (CMB).

Adalah Ali Fauzi, ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang turut menjadi pihak penjamin atas CMB yang dilakoni pemuda berusia 33 tahun tersebut.

Bukan tanpa alasan Ali menyanggupi hal ini.

Baca juga: Seorang Napi Teroris Bebas dari Lapas Porong, Pernah Suplai Bahan Peledak ke Poso

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika Lapas Porong menawarkan kepada saya untuk menjamin, saya sharing dulu sama istri. Kemudian, sharing sama napiter yang ada di sana (Lapas Porong) ada Umar Patek, ada Dahlan," ujar Ali, saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Ali menyadari, sebagai pihak penjamin atas bebasnya Kasim dalam program CMB, maka dirinya bertanggung jawab atas keberadaan warga Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, tersebut.

Bahkan, konsekuensi itu sempat dikomunikasikan Ali dengan istrinya, dengan istrinya mendukung langkah Ali dalam mengambil tanggung jawab sebagai penjamin kebebasan Kasim.

Sebab, dalam hal ini, pihak penjamin harus menjadi pengganti bila dalam perjalanan waktu sebelum dinyatakan bebas sesuai batas waktu yang ditentukan, Kasim nantinya melarikan diri dan meninggalkan tempat Ali di YLP yang berada di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan.

"Saya sudah bilang istri, dan istri bilang enggak apa-apa, istri setuju. Tapi, saya positif thinking saja, itu tidak akan terjadi," ucap dia.

Ali menerangkan, Kasim juga sudah berjanji kepada dirinya untuk tidak mengecewakan.

Terlebih, selama dua hari yang dijalani, Ali melihat peragai Kasim sudah banyak berubah dan terlihat sungguh-sungguh ingin memulai kehidupan baru, terlepas dari masa lalunya yang kelam.

"Saya lihat, dua hari bersama saya ini bagus, di luar ekspektasi saya," kata Ali.

Indikasi tersebut dikatakan Ali, karena dirinya sudah dua hari bersama Kasim.

Usai bebas dari Lapas Porong, Kasim sempat diajak Ali bertemu dengan mantan rekan-rekannya sesama penghuni Lapas Super Maximum Security di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat yang sudah lebih dulu bebas, baik yang kini tinggal di Surabaya maupun Madura.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X