Kantor Ditutup, Seluruh ASN di Banyumas Diterjunkan ke Rumah Warga Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 30/11/2020, 11:35 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di (TPST) Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein di (TPST) Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Banyumas, Jawa Tengah, diminta menyosialisasikan protokol kesehatan dari rumah ke rumah secara serentak, Kamis (3/12/2020) mendatang.

Hal itu untuk mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19) yang beberapa waktu terakhir terus meningkat.

"Kamis kita terjunkan ( ASN), kita liburkan, semua turun ke bawah. Kantor tutup saja, semua terjun ke desa dari pagi sampai sore," kata Bupati Banyumas Achmad Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Senin (30/11/2020).

Baca juga: 177 Santri di Banyumas Kembali Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Kondisinya Sehat

Husein menjelaskan, nantinya pegawai akan dibagi untuk menyosialisasikan ke 860.000 rumah warga yang ada di Banyumas. Seluruh OPD juga diberi tugas untuk mengawasi desa-desa.

"Mau tidak mau, kita harus terjun ke bawah, door to door, kita datangi satu-satu. Kita sampaikan dari ke hati, tolong patuhi protokol kesehatan. Kalau tidak terkontrol dengan baik akan membludak," ujar Husein.

Husein mengingatkan, para pegawai agar mengenakan alat pelindung diri (APD) yang memadai saat turun ke lapangan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Naik, Obyek Wisata Baturraden Kembali Ditutup

Menurut Husein, kebijakan tersebut diambil karena selama ini masih ada masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara sebagian masyarakat terpaksa menerapkan protokol kesehatan, karena khawatir mendapat sanksi.

"Oleh sebab itu kita harus menyadarkan bahwa ini sangat berbahaya. Bagaimana supaya tidak terkena, maka patuhi protokol kesehatan. Harus bisa mnejelaskan kenapa harus menerapkan protokol kesehatan, sehingga mengerti dan masuk ke hati," ujar Husein.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X