Kompas.com - 29/11/2020, 23:59 WIB
Pameran ilustrasi pakaian korban kekerasan seksual di Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang pada Minggu (29/11/2020). KOMPAS.com/istimewaPameran ilustrasi pakaian korban kekerasan seksual di Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang pada Minggu (29/11/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Ada yang menarik perhatian saat memasuki Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang, pada Minggu (29/11/2020).

Di salah satu ruangan gedung penginggalan sejarah itu, tampak beragam jenis pakaian digantung menempel ke dinding.

Ada pakaian seragam SMA putih dengan rok panjang abu-abu, pakaian motif batik rok panjang, setelan kaos hitam dan rok panjang, serta setelan jaket dengan rok denim.

Tak hanya itu, ada juga pakaian anak-anak bergambar karakter animasi dengan garis merah dan pakaian daster anak merah jambu.

Rupanya berbagai jenis pakaian itu adalah replika baju korban kekerasan seksual yang tengah dipamerkan dalam peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Baca juga: Puluhan Pelajar Terinfeksi, Sebuah SMP Swasta di Jepara Jadi Klaster Covid-19

Kampanye itu diperingati dari 25 November hingga peringatan Hari HAk Asasi Manusia (HAM) Internasional pada 10 Desember.

Dalam pameran itu terdapat sembilan pakaian korban dari berbagai kekerasan seksual yang dipajang. Terdapat penjelasan kasus yang dialami korban pada pakaian yang dipamerkan.

Penyelenggara acara Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Citra Ayu Kurniawati mengungkapkan, kasus kekerasan seksual banyak dialami perempuan tanpa mengenal usia, jenis pekerjaan, pendidikan bahkan tidak melihat jenis pakaian yang dikenakan korban.

Oleh karena itu, pameran itu ingin menekankan korban bukan pemicu terjadinya kekerasan seksual.

"Pameran ini memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja dan tanpa memandang apa yang dikenakan oleh korban," kata Citra, Minggu (29/11/2020).

Menurut Citra, sembilan replika pakaian yang dipamerkan itu merupakan milik korban dalam rentang usia 11-30 tahun.

"Pamerannya ini mengilustrasikan pakaian yang dikenakan korban. Karena pakaian yang asli ada di kepolisian, ada juga yang sudah dibakar atau hilang," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X