Dengar Gemuruh, Warga Sekitar Gunung Ile Lewotolok Lembata Kabur ke Lokasi Aman

Kompas.com - 29/11/2020, 18:28 WIB
Foto : Warga lari berhamburan karena mendengar suara gemuruh dari dalam gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT. Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Warga lari berhamburan karena mendengar suara gemuruh dari dalam gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT.

LEWOLEBA, KOMPAS.com – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali mengeluarkan semburan batu, pasir, dan abu vulkanik. Warga juga mendengar gemuruh dari arah Gunung Ile Lewotolok.

Warga yang mendengar gemuruh dari arah gunung pun panik.

Baca juga: Aksinya Terekam CCTV, Pencuri 27 Tanaman Aglonema di Pekanbaru Ditangkap

Dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, warga sekitar gunung terlihat berlarian sambil menangis. Ibu-ibu terlihat menggendong anaknya sembari berteriak.

Mereka berlari menuju tempat aman karena khawatir dengan kondisi gunung tersebut.

Bupati Lembata Yance Sunur mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah darurat terkait bencana itu.

Pemkab Lembata, kata dia, menjemput warga sekitar gunung tersebut. Mereka dibawa ke lokasi yang lebih aman di Kecamatan Lewoleba.

Yance menyebutkan, sejumlah pengungsi telah ditampung di kantor bupati lama dan tenda di halaman kantor perpustakaan.

Sebagian pengungsi memilih menginap di rumah keluarganya di Kecamatan Lewoleba.

“Jumlah warga yang mengungsi dari dua kecamatan yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur total 21.000 jiwa. Mereka semua sudah mengungsi di kota Lewoleba,” kata Yance dala rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (29/11/2020).

Yance mengimbau seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di pengungsian.

Baca juga: Puluhan Pelajar Terinfeksi, Sebuah SMP Swasta di Jepara Jadi Klaster Covid-19

Pemkab Lembata, kata dia, telah mengerahkan seluruh dinas untuk menyalrkan bantuan ke posko pengungsian.

“Untuk sementara bantuan yang diberikan adalah berupa makanan,” ungkap Yance.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X