7 Perempuan di Jember Gelapkan 14 Mobil Rental, Polisi Sebut "Wonder Women", Ini Ceritanya

Kompas.com - 29/11/2020, 11:55 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tentrem Dwi Hariyati (43) warga Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember diamankan polisi karena kasus penggelapan 14 mobil.

Ia tak beraksi seorang diri. Ada enam orang kawannya yang semuanya adalah perempuan yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang.

Kasus komplotan pelaku dugaan penipuan dan penggelapan 14 mobil di Jember terbongkar saat salah satu korban melapor ke polisi.

Baca juga: 7 Emak-emak Gelapkan 14 Mobil Rental, Disewa Rp 200.000, Digadai Rp 20 Juta

Korban mengaku satu unit mobilnya dititipkan di jasa penyewaan mobil. Mobil tersebut kemudian disewa oleh seseorang.

Namun ternyata mobil tersebut tak kunjung dikembalikan. Selain itu uang sewa juga tak dibayarkan.

Tak hanya satu orang yang melapor. Beberapa korban lainnya juga datang ke kantor polisi melaporkan kasus yang sama.

Baca juga: Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Menurut Kapolsek Semboro Iptu Fatchur Rahman hingga kini ada 14 unit mobil yang tidak kembali setelah disewa oleh Tentrem.

Selama tiga hari petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan menemukan 14 unit mobil yang digadaikan Tentrem kepada seseorang.

"Kami langsung melakukan pelacakan. Salah satu yang kami lakukan, adalah mencari mobil yang disewa oleh tersangka," ujar Fatchur dilansir dari Surya.

Baca juga: Dua Perempuan Gelapkan 16 Mobil Rental, Mengaku Pengusaha, Dijual Rp 25 Juta Per Unit

Polisi sebut "wonder woman"

Kapolsek Semboro Iptu Fatchur Rahman mengatakan jika Tentrem sudah ditangkap di sebuah rumah di kawasan Jember Kota setelah sebelumnya petugas mencari Tentrem di rumahnya di Umbulsari.

Menurut Fatchur, modus Tentrem dan enam kawannya adalah menyewa mobil dari pemilik usaha jasa rental mobil.

Mobil yang disewakan tersebut adalah milik sejumlah orang. Satu mobil disewa Tentrem dengan harga Rp 200.000-Rp250.000 per hari.

Baca juga: Kronologi Penggelapan Mobil Rental oleh Komplotan Wanita, Kendaraan Berujung Digadai...

Untuk satu mobil biasanya akan sewa langsung selama 10 hari. Setelah itu, mobil yang sudah disewa akan digadaikan kepada seseorang seharga Rp 20 juta.

Modus tersebut dilakukan Tentrem dan enam rekannya berulang sampai belasan kali sejak Maret 2020 hingga September 2020.

"Mobil digadaikan untuk membayar uang sewa mobil. Begitu seterusnya. Awalnya pembayaran sewa mobil lancar untuk dua bulan. Setelah itu, macet bahkan mobil tidak kembali," lanjut Fatchur.

Dari kejahatannya, Tentrem mendapatkan keuntungan berlipat karena ia membayar uang sewa Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta dan menggadaikan Rp 20 juta per mobil.

Baca juga: Penggelapan Mobil Rental Marak Selama Pandemi Covid-19

"Karena mobilnya rata-rata kan masih bagus kondisinya. Bahkan ada yang baru," tegas Fatchur.

Fatchur menyebut jika tujuh perempuan yang terlibat adalah wonder women.

"Wonder women. Karena ada tujuh orang yang diduga sebagai pelaku. Kalau melihat hasil pemeriksaan, mereka ini satu kelompok," katanya.

Untuk keterlibatan enam orang tersangka lain, pihak kepolisian masih mendalami kasus peristiwa tersebut.

Baca juga: Baru Bebas Penjara, Wanita Ini Kembali Diringkus karena Gelapkan 45 Mobil Rental

Saat ini 14 unit mobil yang mejadi barang bukti diparkir di halaman Mapolsek Semboro.

Akibatnya, halaman salah satu polsek yang berada di ujung barat Kabupaten Jember ini 'mendadak' menjadi showroom mobil.

"Kayak jadi showroom mobil," jelas Kapolsek Semboro.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul 7 Emak-Emak Jember Gadai 14 Mobil Rental, Sewa 2 Juta Digadai 20 Juta, Polisi Sebut 'Wonder Women'



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X