Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Kompas.com - 27/11/2020, 19:43 WIB
Ilustrasi miras TOTO SIHONOIlustrasi miras

MEDAN, KOMPAS.com - Sebanyak 1.200 botol minuman beralkohol dan 1.700 botol kosong disita dari sebuah toko dan pabrik rumahan (home industry) Kota Medan oleh Tim Gempur Bea Cukai Medan yang bekerja sama dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan pada Kamis (26/11/2020).

Modus pelaku menggunakan merk yang pernah beredar milik pihak lain dan label izin bodong.

Saat konferensi pers di kantornya pada Jumat (27/11/2020) sore, Kepala Bea dan Cukai Medan, Dadan Farid menjelaskan, informasi peredaran minuman keras ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama dan intelijen Bea Cukai Medan sudah melakukan penelusuran.

Namun pengungkapannya agak terhambat karena merebaknya Covid-19.

Selanjutnya, dilakukan operasi oleh Tim Gempur Bea Cukai Medan bersama dengan petugas Denpom I/5 Medan, diperoleh barang bukti di sebuah toko di Jalan Bulan, Medan.

Baca juga: Pabrik Madu Khas Banten Palsu Dibongkar Polisi, Tiga Orang Diamankan

Dari situ dikembangkan lagi ke rumah tersangka. Terungkap bahwa skala minuman keras yang ditangkap lumayan besar. Ada dua merek yang dipalsukan, yakni yakni Cap Bola Dunia dan Samsu Putih.

Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan ukuran botol 300 dan 600 ml itu dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 8.000, Rp 15.000 hingga Rp 40.000.

"Dari pengungkapan ini kita lihat, barang bukti botol terisi 1.200 botol dan yang kosong ada 1.700 botol. Kemudian ada juga etiket label dan alat lainnya yang dipergunakan untuk memproduksi minuman ini termasuk bahan baku yang belum diproduksi," katanya.

Baca juga: Ini 3 Jenis Madu Palsu yang Beredar di Indonesia, Menurut Pakar Madu UI

Negara rugi ratusan juta

Dijelaskannya, dari pengungungkapan kasus tersebut negara mengalami kerugian Rp 44 juta. Namun demikian, jika dilihat dari sejak awal beroperasi pada 2019, kerugian negara mencapai Rp 300 juta.

"Kalau kita lihat memang merknya kita dapatkan sebelumnya pernah beredar. Sudah diperdagangkan sebelumnya. Tapi pabriknya sudah tutup dan lokasinya sudah jadi SPBU," katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini, sudah ada 1 tersangka dan 3 orang lainnya turut serta. Pihaknya terus memproses dan kini masih dalam pengembangan.

Apalagi, sebenarnya pihaknya target penerimaan cukai tahun ini Rp 157 miliar. Namun pada triwulan akhir terjadi penurunan.

"Pengakuan mereka, sudah melakukan ini sejak 2019. Operasinya sejauh ini pemeriksaan baru di toko di Jalan Bulan. Tidak menutup kemungkinan mereka pasarkan di luar Medan juga," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X