Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siap Hadapi Hal Terburuk soal Covid-19

Kompas.com - 27/11/2020, 13:40 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (23/11/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan para kepala daerah untuk menyiapkan ruang isolasi tambahan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Kami juga sudah menginstruksikan kepada wali kota, bupati agar mengantisipasi hal terburuk jika memang terjadi lonjakan. Maka rumah sakit karantina di wilayah, ruang itu harus dipersiapkan," ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Sekda: Kota Bandung Sudah Masuk Situasi Darurat Covid-19

Emil mengatakan, kapasitas ruang perawatan dan ruang isolasi pasien Covid-19 di Jabar masih tercukupi.

Namun, ia tak menampik bahwa tingkat keterisian ruang perawatan dan ruang isolasi sudah masuk dalam fase krisis.

"Rumah sakit masih memadai walaupun memang dalam teori WHO sudah mencapai titik krisis. Titik krisis itu ada di 65 persen, kita sudah berada di titik itu. Tapi artinya cara Jawa Barat kalau persentasenya sudah di 65 persen, itulah momen para kepala daerah menambahi ruang ruang isolasi sehingga persentase turun," tutur Emil.

Baca juga: SPP SMA Negeri Sederajat di Jabar Gratis Tahun Depan, Swasta Dapat Subsidi

Adapun, untuk PSBB wilayah Bodebek, Emil tetap memastikan mengikuti dinamika di DKI Jakarta.

Sementara untuk tindak lanjut kerumunan kegiatan ceramah di Megamendung Bogor, pengetesan masif masih terus dilakukan terhadap warga yang datang.

"Kerumunan yang ada di Bogor kemarin yang di Megamendung juga terus dilakukan pengetesan dan memang hasilnya didapati beberapa yang positif. Ini menjadi pelajaran agar dalam situasi Covid ini, kalau mau produktif harus ikut protokol. Jadi kita tidak melarang acara, yang kita larang adalah pelanggaran protokolnya," kata dia.

Emil juga mengingatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam tiap pelaksanaan kegiatan.

"Dengan terbuktinya ada kasus-kasus yang positif dari klaster Megamendung itu mudah-mudahan ini jadi pelajaran kepada semuanya. Para ulama, pemuka agama, panitia acara, agar menyelenggarakan acara betul-betul sesuai dengan protokol kesehatan, itu hikmahnya," kata Emil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X