177 Santri di Banyumas Kembali Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Kondisinya Sehat

Kompas.com - 27/11/2020, 13:06 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di (TPST) Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein di (TPST) Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Ratusan santri di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali dilaporkan terpapar virus corona ( Covid-19).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengungkapkan, terdapat sebanyak 177 santri salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, terkonfirmasi positif Covid-19.

"Semuanya dikarantina di pondok, sudah dikondisikan," kata Husein melalui pesan singkat, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Naik, Obyek Wisata Baturraden Kembali Ditutup

Husein memaparkan, santri yang terpapar Covid-19 berasal dari berbagai daerah.

Rinciannya, sebanyak 96 santri berasal dari Kabupaten Banyumas, Cilacap (17), Purbalingga (18), Brebes (7), Kebumen (20), Jawa Barat (4), luar Jawa (3).

Kemudian masing-masing satu santri dari Rembang, Tegal, Kudus, Pekalongan dan Jakarta.

Sementara itu, Juru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas Gus Enjang Burhanudin Yusuf mengatakan, seluruh santri yang terpapar Covid-19 dalam kondisi baik.

"Kondisi santri sehat, santri dalam kondisi tidak mengkhawatirkan. Ini yang perlu kita edukasi, jangan terlalu paranoid bahwa Covid-19 tidak seberbahaya yang dibayangkan, kalau itu tidak menyerang yang komorbid atau sudah sepuh," jelas Enjang.

Baca juga: Kebijakan Penghentian Hajatan Dikritik, Bupati Banyumas: Harus Tarik Rem Darurat

Enjang menjelaskan, penyebaran Covid-19 di ponpes awalnya diketahui dari adanya santri yang berjela mirip Covid-19.

"Awalnya ada santri yang bergejala, kemudian gugus tugas covid-19 ponpes dan kecamatan melakukan screening. Kemudian kami berkoordinasi Dinkes, tes swab terhadap 427 santri, hasilnya 177 santri positif, setelah di cross chek ada nama dobel, jadi total 176 santri," jelas Enjang.

Enjang menyatakan, ponpes tetap berkomitmen untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kalau kemudian ada santri yang terkena, ini perlu menjadi perhatian bahwa Covid-19 bisa menyerang siapapun, dan itu bukan aib, bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal status," kata Enjang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

Regional
Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Regional
Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Regional
Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Regional
Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Regional
Dentuman Misterius di Bali, BMKG Catat Anomali Sinyal Berdurasi 20 Detik

Dentuman Misterius di Bali, BMKG Catat Anomali Sinyal Berdurasi 20 Detik

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 Januari 2021

Regional
Bikin Kontroversi Saat di Bali, Pria Asal Rusia Dideportasi

Bikin Kontroversi Saat di Bali, Pria Asal Rusia Dideportasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Januari 2021

Regional
Perjalanan Turis Rusia Sergei Kosenko, Ceburkan Diri Bersama Motornya di Bali, Kini Dideportasi

Perjalanan Turis Rusia Sergei Kosenko, Ceburkan Diri Bersama Motornya di Bali, Kini Dideportasi

Regional
Bocah 9 Tahun Tewas di Penampungan Air Resapan Sampah TPA Mojokerto

Bocah 9 Tahun Tewas di Penampungan Air Resapan Sampah TPA Mojokerto

Regional
Polisi: Sebelum Dentuman Misterius di Bali, Warga Lihat Benda Bersinar di Langit

Polisi: Sebelum Dentuman Misterius di Bali, Warga Lihat Benda Bersinar di Langit

Regional
Kisah Tragis Seorang Istri, Tewas Dibunuh Suami Gegara Uang Habis untuk Belanja

Kisah Tragis Seorang Istri, Tewas Dibunuh Suami Gegara Uang Habis untuk Belanja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X