Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Kompas.com - 26/11/2020, 14:59 WIB
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis penangkapan terhadap Branch Manager Bank Mega Malang akibat penipuan di Mapolres Malang, Kamis (26/11/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis penangkapan terhadap Branch Manager Bank Mega Malang akibat penipuan di Mapolres Malang, Kamis (26/11/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang menangkap mantan Branch Manager Bank Mega Malang, YA (44) akibat penipuan berupa investasi bodong senilai Rp 5,7 miliar.

Penipuan itu dilakukan dengan memanfaatkan bank tempatnya bekerja.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, penipuan dan penggelapan itu terbongkar setelah korban berinisial BS dan RS melapor ke Polres Malang pada 25 September 2020.

Korban BS dan RS yang merupakan sepasang suami istri melaporkan telah menderita kerugian sebesar Rp 940 juta akibat aksi penipuan itu.

Bukan hanya BS dan RS, ada enam korban lainnya yang ikut melaporkankan kasus tersebut sehingga total kerugian korban senilai Rp 5,7 miliar. Enam korban itu melapor ke Polresta Malang Kota.

Baca juga: Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Hendri Umar mengatakan, pelaku yang bertugas di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mega di Jalan Kyai Tamin Kota Malang melakukan aksinya dengan modus program simpanan deposito cashback sebesar 12 hingga 15 persen setiap tahun.

Padahal, Bank Mega yang merupakan tempat pelaku bekerja tidak mengeluarkan program tersebut.

"Ternyata faktanya tidak ada sama sekali jenis tabungan cashback sebesar 12 hingga 15 persen," kata Hendri, dalam rilis di Mapolres Malang, Kamis (26/11/2020).

Melalui modus program tabungan itu, pelaku menawarkan terhadap nasabahnya.

Kepada korban, pelaku mengatakan akan memasukkan uang tabungannya ke dalam sistem Bank Mega sebagai simpanan deposito.

Pelaku juga menjanjikan bahwa korban akan menerima bunga dari simpanannya tersebut setiap bulan. Pelaku juga menjanjikan bahwa korban bisa menarik uangnya sewaktu-waktu jika dibutuhkan.

Namun, semua yang dijanjikan oleh pelaku terkait program bodong yang ditawarkannya tidak dilakukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Regional
Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Regional
6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

Regional
Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Regional
Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X