Kompas.com - 26/11/2020, 13:50 WIB
Peneliti burung migran, Chairunnas Adha Putra alias Nchay menyebut di Bagan Percut terdapat Dijelaskannya, di kawasan ini tercatat ada sekitar 54 spesies burung baik dari kelompok cerek, biru laut, gajahan yang merupakan burung migran. Kemudian untuk burung penetap di antaranya burung kuntul, kelompok bangau bluwok, bangau tongtong, kokoan, dan lainnya. KOMPAS.COM/DEWANTOROPeneliti burung migran, Chairunnas Adha Putra alias Nchay menyebut di Bagan Percut terdapat Dijelaskannya, di kawasan ini tercatat ada sekitar 54 spesies burung baik dari kelompok cerek, biru laut, gajahan yang merupakan burung migran. Kemudian untuk burung penetap di antaranya burung kuntul, kelompok bangau bluwok, bangau tongtong, kokoan, dan lainnya.

MEDAN, KOMPAS.com - Pesisir Pantai Timur Sumatera Utara sejak lama dikenal sebagai kawasan yang penting bagi burung, baik burung penetap maupun migran.

Salah satunya di Bagan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Namun, kini habitat burung itu terancam oleh deforestasi.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan habitat burung adalah dengan penanaman mangrove dan mendorong kawasan tersebut sebagai kawasan perlindungan bagi burung.

Baca juga: Edy Rahmayadi: Rakyat Itu Butuh Dana Segar, Harus Ada Uang Berputar

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Djody Prasetyo bersama rombongan dan juga Staf Ahli Bupati Deli Serdang Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Jentralim Purba dan lainnya melakukan penanaman mangrove pada Rabu (25/11/2020).

Sebanyak 30.000 batang bibit mangrove ditanam bersama dengan sejumlah anggota kelompok tani.

Kepada wartawan, Djody menjelaskan bahwa pihaknya mendengar adanya habitat burung yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Kualanamu, yakni di Bagan Percut.

Selanjutnya, dilakukan survei ke lokasi dan diketahui habitatnya mengalami kerusakan.

Pihak AP II kemudian merencanakan untuk menjalankan program bina lingkungan di Bagan Percut.

Salah satu tujuannya untuk memperbaiki lingkungan agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Pihaknya juga berharap agar program ini dapat terus berlanjut sehingga kawasan itu menjadi lebih hijau dan tetap menjadi habitat burung.

Diharapkan, burung-burung tidak berpindah atau bermigrasi ke tempat lain, khususnya di dekat bandara.

"Sehingga (burung-burung) tidak keluar dari sini dan mencari habitat yang lain. Seperti kita tahu di Kualanamu itu, burung ini menjadi ancaman bagi penerbangan," kata Djody.

Baca juga: Kisah Guru Honorer Gaji Rp 50.000, Setahun Tak Dibayar hingga Jadi Petugas Sensus

Djody menjelaskan, Bandara Kualanamu dikelilingi persawahan dan hutan kecil terbuka yang berpotensi jadi tempat burung mencari makan.

Apabila burung-burung itu terbang atau berada di sekitar daerah pergerakan pesawat, kemudian terhisap oleh mesin pesawat, hal itu akan sangat membahayakan penerbangan.  

"Burung-burung besar ini tulangnya kan cukup kuat. Itu bisa merusak baling-baling. Itu dampaknya bisa terhadap kecelakaan atau keselamatan penerbangan, itu pasti," kata Djody.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X