Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Kompas.com - 25/11/2020, 21:27 WIB
Suasana Irwan mendatangi siswa  SDN Terpencil 350 Kahayya Bulukumba, untuk belajar di rumah. KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana Irwan mendatangi siswa SDN Terpencil 350 Kahayya Bulukumba, untuk belajar di rumah.

BULUKUMBA, KOMPAS.com-Irwan, seorang guru honorer di Bulukumba, Sulawesi Selatan, rela bertahan di pekerjaannya selama tujuh tahun.

Padahal, penghasilannya sebagai guru olahraga di SDN Terpencil 350 Kahayya Bulukumba hanya Rp 300.000 per bulan.

Gaji itu, kata Irwan, bahkan tidak cukup untuk membeli bahan bakar kendaraannya. Apalagi untuk menafkahi anak dan istrinya.

Baca juga: Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Minimnya gaji dari mengajar, memaksa Irwan berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Jadi sehari itu kalau berangkat pergi mengajar, membeli dua liter bensin. Ini tidak cukup kalau mengandalkan gaji. Makanya bekerja juga di kebun kalau pulang mengajar," kata Irwan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Irwan bercerita, setiap harinya juga harus berjalan kaki sejauh satu kilometer ke sekolahnya.

Pasalnya, kilometer terakhir menuju sekolah dasar di daerah terpencil itu belum bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Jadi naik motor dari Anrihua, ketika tiba di Dusun Gamacayya, motor disimpan di kolom rumah warga, lalu jalan kaki bersama guru dan siswa," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Aprilia, Guru Inspiratif yang Dapat Penghargaan dari Ganjar

Kadang kala, Irwan kehujanan ketika jalan kaki. Namun itu semua tidak menyurutkan niatnya untuk mengabdi.

"Alasan mau mengajar di daerah terpencil karena ingin berbagi Ilmu, apalagi sudah kuliah beberapa tahun. Dan di sekolah itu masih sedikit guru," ujar alumnus Universitas Negeri Makassar ini.

Sebenarnya, Irwan sudah beberapa kali coba memperbaiki nasibnya dengan ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Namun, tujuh kali upayanya untuk jadi PNS selalu gagal.

Kini, Irwan berharap semoga pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru, yang mengajar di daerah terpencil.

Baca juga: Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Kalau tidak bisa jadi PNS, bisa ditambahkan upahnya.

Diketahui selama pandemi, guru mendatangi siswa SDN Terpencil 350 Kahayya Bulukumba, untuk belajar di rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X