Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Jateng Jadi Provinsi Paling Informatif, Ganjar Beberkan Kunci Suksesnya

Kompas.com - 25/11/2020, 17:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam salah satu kesempatan. DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam salah satu kesempatan.

KOMPAS.com – Komisi Informasi (KI) Pusat secara daring, Rabu (25/11/2020) menobatkan Jawa Tengah ( Jateng) sebagai provinsi paling informatif se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kunci sukses keterbukaan informasi tersebut adalah adanya semangat dari seluruh pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Menurutnya, semangat dan jiwa dari seluruh jajaran Pemprov Jateng adalah sadar mau terbuka dan transparan untuk melayani masyarakat.

"Semua tidak ada yang risih, apapun yang ingin diketahui masyarakat bisa dibuka dan ditempelkan pada sistem informasi yang kami miliki," terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Untuk itu, Ganjar pun mengapresiasi seluruh jajarannya yang telah bersedia transparan dan mau menginformasikan kepada publik sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa didapatkan dengan baik.

Baca juga: Lagi, Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Informatif

Terlebih, sambungnya, penghargaan ini mengulang beberapa tahun lalu karena Pemprov Jateng berturut-turut juara.

"Masyarakat boleh tahu dan boleh mengakses informasi itu. Ini bagian dari spirit kami membangun Jateng," imbuhnya.

Ganjar juga menilai, keterbukaan informasi publik saat ini sangat penting. Sebab, antara pemerintah dan masyarakat bisa saling tahu apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.

"Penghargaan ini membawa spirit kami untuk selalu transparan dan akuntabel. Saya ucapkan terima kasih, sehingga kami bisa mendapatkan penghargaan ini secara berturut-turut," katanya.

Baca juga: Jawa Tengah Provinsi Paling Informatif Berdasarkan Laporan Komisi Informasi Pusat

Terkait pelaksanaan keterbukaan informasi publik, Ganjar mengatakan, pihaknya telah melakukannya jauh sebelum adanya penghargaan dari KI Pusat.

Sejak periode pertama menjabat, dia mengaku sudah melakukan upaya keterbukaan informasi publik, dengan membuka media sosial dan laman website sebagai tempat memberikan informasi.

"Semoga capaian ini bisa dipertahankan. Jadikan capaian ini batas minimal, untuk meningkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Hanya kurang sedikit dari nilai 100, jadi tinggal dikejar kekurangan itu agar semakin baik," tuturnya.

Adapun, Pemprov Jateng dinyatakan paling informatif setelah mengumpulkan nilai sebanyak 99,15 poin, disusul Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dengan 99,07, dan Provinsi Jawa Barat dengan 98,15.

Bahkan dari semua kategori badan publik paling informatif, capaian angka Jawa Tengah adalah yang tertinggi.

Baca juga: Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Untuk kategori kementerian, misalnya, Kementerian Pertanian yang dinobatkan sebagai paling informatif tingkat kementerian hanya mengoleksi nilai 97,99.

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sebagai lembaga negara non kementerian mendapat nilai 96,81, dan Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga non struktural dengan nilai 97,67.

Harapan dari Wapres

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengapresiasi seluruh pihak yang mendapatkan penghargaan keterbukaan informasi publik.

Dia berharap, penghargaan ini menjadi pelecut semangat semua badan publik memberikan keterbukaan pada masyarakat dalam mengakses informasi.

Baca juga: Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu karena Satgas Pusat Telat Input Data

"Yang sudah dinyatakan informatif, saya ucapkan selamat dan berharap terus dipertahankan semakin baik lagi,” ungkapnya.

Bagi yang cukup informatif, kurang informatif atau tidak informatif, dia mengimbau agar harus melakukan akselerasi-akselerasi supaya bisa mengaplikasikan nilai transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Adapun, penganugerahan sebagai provinsi informatif tahun 2020 ini memanglah bukan kali pertama didapatkan Jateng.

Pada 2017, Jateng dinobatkan sebagai peringkat II nasional, kemudian tahun 2018 menjadi juara 1 dan terbaik nasional. Kemudian, pada 2019 Jateng kembali mendapat predikat sebagai provinsi paling informatif.

Namun, dalam penghargaan pada 2019, KI Pusat tidak memberikan peringkat kepada para penerima penghargaan.

Baca juga: Disebut Pantas Diperiksa karena Biarkan Terjadi Kerumunan, Ini Respons Ganjar

Lalu pada 2020 ini, Jateng kembali dinobatkan sebagai juara pertama kategori provinsi paling informatif tingkat nasional.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya