Cegah Kerumunan, Petirtaan Kuno di Jombang Ditutup Selama Ekskavasi

Kompas.com - 25/11/2020, 16:43 WIB
Palang penutup akses pengunjung dipasang di pintu masuk Situs Petirtaan Kuno di Dusun Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga 1 Desember 2020, BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi situs yang ditemukan pada akhir 2019 tersebut. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPalang penutup akses pengunjung dipasang di pintu masuk Situs Petirtaan Kuno di Dusun Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga 1 Desember 2020, BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi situs yang ditemukan pada akhir 2019 tersebut.

JOMBANG, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, menutup akses bagi masyarakat umum ke kawasan Situs Petirtaan Kuno di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pembatasan kunjungan itu diberlakukan mulai Senin (23/11/2020) hingga 1 Desember 2020.

Wicaksono menuturkan, pembatasan tersebut berkaitan dengan aktifitas arkeolog yang melakukan ekskavasi Situs Petirtaan Kuno Sumberbeji.

Menurut dia, belajar dari pengalaman ekskavasi sebelumnya, yakni ekskavasi tahap 1 dan 2, masyarakat dengan jumlah yang cukup banyak, setiap hari datang ke lokasi Situs Sumberbeji.

Baca juga: Ekskavasi Situs Kumitir dan Upaya Arkeolog Telusuri Jejak Keraton Majapahit

Karena itu, ujar Wicaksono, pihaknya menutup akses pengunjung ke kawasan situs agar tidak terjadi kerumunan selama ekskavasi berlangsung.

" Ekskavasi kali ini tertutup untuk pengunjung sehingga kegiatan ekskavasi bisa berjalan tanpa melanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan secara nasional," kata Wicaksono kepada Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Untuk diketahui, menjaga jarak dan menghindari kerumunan merupakan bagian dari anjuran pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari kerumunan atau menjaga jarak aman dengan sesama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X