Potret Guru Daerah Terpencil Aceh Utara: Tanpa Gaji Disebut Guru "Lillahitaala", Jika Honorer Diupah Rp 300.000 Per Bulan

Kompas.com - 25/11/2020, 16:23 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Kisah sedih guru daerah terpencil dari tahun ke tahun tak pernah berubah. Bahkan pada peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2020 ini. 

Potret belum sejahteranya guru, terutama guru honorer di daerah terpencil, terjadi di Aceh Utara.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara terus berupaya mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan gaji yang layak untuk guru honor daerah dan guru “Lillahitaala” di kabupaten itu.

Baca juga: 5 Kisah Guru Mengajar di Pedalaman, Gaji Habis untuk Beli Air hingga Bertahan di Desa Tanpa Daratan

 

Pasalnya, untuk guru honorer daerah gajinya hanya Rp 300.000 per bulan, sedang guru dengan sebutan “Lillahitaala” bahkan tanpa gaji.

Sekretaris IGI Aceh Utara Khaidir, dihubungi per telepon, Rabu (25/11/2020) menyebutkan, guru honor daerah dan guru “Lillahitaala” itu mayoritas mengajar di sekolah terpencil.

“Jauh dari pusat kota. Mereka ini yang harus mendapat perhatian lebih pemerintah. DPRD juga sama. Jangan kita hanya miris ketika peringatan hari guru dengan selembar papan bunga ucapan selamat saja, tapi tidak berjuang nyata buat kesehteraan guru,” kata Khaidir.

Baca juga: Cerita Rini Guru Honorer Olahraga yang Nyambi Kerja Pungut Sawit, Pernah Jadi Atlet Lari

Kisah miris guru “Lillahitaala”, bekerja tanpa gaji

Dia menyebutkan, guru “Lillahitaala” bahkan tanpa gaji. Jika kepala sekolah baik, maka akan diberikan uang minum seadanya.

Tanpa ada kewajiban sekolah buat membayar gaji mereka per bulan.

“Ini persoalan bertahun-tahun. Tidak pernah berubah," katanya. 

"Kita harap, DPRD dan pemerintah itu satu suara, memastikan gaji bulanan mereka dengan tingkat upah yang layak. Minimal Rp 3 juta per bulan,” lanjutnya.

Baca juga: Kisah Atin Menjadi Guru Honorer Puluhan Tahun, Pernah Digaji Hanya Rp 12.500 Sebulan

Sibuk diklat

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aceh Utara, Murdiho, dihubungi per telepon enggan menjawab mengenai nasib para guru di daerah terpencil di wilayahnya. 

Dia hanya mengatakan dirinya sedang mengikuti acara pendidikan dan pelatihan.

“Maaf saya sedang diklat (pendidikan dan pelatihan),” pungkasnya.

Saat ini, dari data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Aceh Utara memiliki 11.857 orang. 

Baca juga: Cerita Berta 11 Tahun Jadi Guru Honorer, Jalan Kaki Susuri Hutan ke Sekolah dan Dipinjami Pondok oleh Warga



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X