Kisah Atin Menjadi Guru Honorer Puluhan Tahun, Pernah Digaji Hanya Rp 12.500 Sebulan

Kompas.com - 25/11/2020, 14:57 WIB
Siti Huroirohmatin, saat mengoreksi tugas siswanya yang masih melaksanakan pembelajaran daring, Rabu (25/11/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHSiti Huroirohmatin, saat mengoreksi tugas siswanya yang masih melaksanakan pembelajaran daring, Rabu (25/11/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Sudah lama Siti Huroirohmatin (48) menjalani profesi sebagai guru honorer.

Bahkan, wanita kelahiran Bojonegoro ini sudah tiga kali berganti sekolahan, sebagai tempatnya mengabdi.

Perjalanan Atin-sapaan Siti Huroirohmatin sebagai guru honorer, diawali saat menjadi tenaga pengajar di sebuah taman kanak-kanak (TK) di Bojonegoro pada tahun 1991.

Atin yang kemudian menikah dengan Mochammad Choliq, akhirnya memutuskan berpindah ke Gresik pada 2005.

Baca juga: Merasa Iba, Guru Ini Rela Turun ke Terminal Mengajari Anak Jalanan

Di saat itu pula Atin memulai kiprahnya sebagai guru honorer di salah satu TK yang ada di Kecamatan Sidayu, Gresik, tempat tinggalnya saat ini.

Atin mengajar di TK yang ada di Sidayu hingga 2018 lalu, sebelum memutuskan berpindah di mana dirinya mengajar saat ini di TK Dharma Wanita Tlogopojok, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat masih di Bojonegoro dulu, saya sempat sebulan hanya digaji Rp 12.500. Di Sidayu itu dari Rp 50.000 sampai Rp 300.000, dan sekarang di sini Rp 400.000. Dinikmati saja," ujar Atin saat ditemui Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Menurut Atin, bila mau dihitung dalam hal memenuhi kebutuhan hidup, nominal tersebut terbilang cukup kecil.

Namun, itu tidak terlalu dipersoalkan, terlebih suaminya juga masih bisa mencari nafkah hingga saat ini.

 

Bagi Atin, pengabdian untuk bisa berbagi kepada sesama atas ilmu yang dimiliki, menjadi alasan kuat dirinya tetap bertahan sebagai staf pengajar.

Kendati gaji yang didapatkan tidak terlalu besar.

Hal itu pula yang mendasari Atin sampai sukarela mengajar anak-anak di sekitaran Terminal Kota Gresik, yang berada di Jalan Gubernur Suryo Gresik dan juga Pasar Gresik, agar mereka tetap bisa membaca dan menulis.

Cari penghasilan lain

Atin menyadari, gaji yang diperolehnya sebagai guru honorer terbilang cukup kecil.

Sebagai tambahan, ibu dari Ardhiya Rokhma Fadla Auliya yang kini duduk di bangku SMK ini coba mencari penghasilan di luar profesinya tersebut.

Mulai dari menjadi guru pembimbing, membuat boneka tangan, memproduksi dan menjual minuman sinom di rumah, hingga berjualan stik tahu yang dititipkan di warung-warung.

"Alhamdulillah, stik tahu yang saya titipkan jual di warung itu banyak yang suka. Jadi sekarang banyak warung di sekitar rumah yang mau saya titipi untuk dijual," ucap Atin.

Baca juga: Tukar Avanza Senilai Rp 105 Juta dengan Bunga Keladi, Iqbal Dicemooh

Tidak hanya itu, Atin yang memiliki hobi menulis juga kerap meluangkan waktunya.

Sampai saat ini, sudah ada delapan buku yang diterbitkan dan dijual ke pasaran.

Ada yang diberi judul barisan hatiku, lukisan hidup, doa sumber kekuatan ibu, terapi bekam, mendongeng menembus alam mimpi, kreativitas mewarna dan membaca, mozaik cinta suci, serta metode membaca tanpa mengeja.

"Bahkan, kadang sehari itu, saya cuma tidur 2-3 jam. Hobi sekali saya dengan menulis, korespondensi. Kadang sambil buat sinom, sambil menunggu dimasak matang itu saya buat menulis," kata dia.

Disiplin dari diri sendiri

Jarak antara tempat tinggal Atin dengan TK tempatnya mengajar di Gresik kota, sekitar 26 sampai 27 kilometer.

Ia sudah terbiasa berangkat pagi, setelah menyiapkan sarapan bagi suami dan anaknya.

"Kalau santai, pakai motor jalan 50-60 km/jam sekitar 30 menitan. Tapi, saya sudah terbiasa berangkat pagi, pukul 06.00 WIB sejak dulu," tutur Atin.

Wanita berjilbab ini menjaga betul, bagaimana caranya supaya tidak sampai telat datang di sekolah.

Baca juga: Cerita Berta 11 Tahun Jadi Guru Honorer, Jalan Kaki Susuri Hutan ke Sekolah dan Dipinjami Pondok oleh Warga

Ia ingin memberi contoh kepada anak didiknya, bila disiplin itu juga penting dalam menata kepribadian.

"Dibuat enjoy saja. Asal kita yakin, Allah pasti akan memberi kita rezeki lain yang lebih barokah," ujar dia.

Atin menyadari di usianya sekarang, tidak memungkinkan untuk dapat ikut bersaing menjadi nominator sebagai guru honorer yang diangkat.

Hanya saja, ia berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib para guru honorer lainnya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki usaha sampingan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X