SOROT POLITIK

Begini Cara Paslon Cellica-Aep Atasi Masalah Ketenagakerjaan di Karawang

Kompas.com - 24/11/2020, 20:05 WIB
Aep Syaepuloh dalam salah satu kesempatan. DOK. Humas Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana-Aep SyaepulohAep Syaepuloh dalam salah satu kesempatan.

KOMPAS.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh menyiapkan berbagai jurus dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan, salah satunya adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.

Strategi ini rencananya diwujudkan dengan mendirikan dan mengoptimalkan balai Latihan kerja (BLK), menggairahkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.

Untuk itu, pihaknya berencana mendidirikan BLK di tiap lima kecamatan agar bisa menjangkau masyarakat di wilayah itu. Tujuannya untuk menciptakan SDM yang berdaya saing di berbagai bidang.

"Dulu tenaga kerja banyak diserap industri padat karya, seperti pabrik tekstil, garmen, dan sepatu. Saat ini kami perlu menggairahkan UMKM," ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

UMKM, menurut Aep, menjadi prioritas utama untuk membuka lapangan pekerjaan dan menggairahkan ekonomi daerah. Khususnya bagi mereka yang melewati usia serapan kerja, bakal didorong untuk berusaha.

Baca juga: KPU Akan Gelar Debat Pilkada Karawang 2020, Ini Tema yang Diusung

"Kami akan suntik modal dan membantu pemasarannya. Kami juga akan bekerja sama dengan 1.800 pabrik di Karawang untuk penjualan produk UMKM melalui koperasinya," ucapnya.

Selain itu, ekonomi kreatif bakal pula digairahkan. Caranya, Aep mengatakan, pihaknya akan mendorong masyarakat untuk membangun usaha kreatif di tiap desa sesuai dengan potensi-masing, misalnya pasar barang seni, kerajinan, dan arsitektur.

Aep menilai, ide, kreativitas, dan pengetahuan SDM menjadi aset penting pada pengembangan ekonomi kreatif. Oleh karenanya, perlu pelatihan dan pendampingan dari ahli.

"Konsep ekonomi kreatif ini sudah terbukti dapat mengembangkan sektor perekonomian," terangnya.

Untuk pekerja di kawasan industri di Kabupaten Karawang, pihaknya juga akan mengoptimalkan BLK untuk mempersiapkan SDM mereka. 

Baca juga: KPU Karawang Simulasikan Pilkada dengan Protokol Kesehatan

"Misalnya anak-anak muda yang ingin bekerja di perusahaan atau di kawasan industri, khususnya bagian manufaktur atau otomotif, kami akan siapkan BLK," katanya.

Diketahui, di Karawang terdapat beberapa pabrik motor dan mobil. Bahkan, perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai, tengah membangun pabrik mobil listrik di Karawang dengan investasi sebesar 1,5 miliar dollar AS atau berkisar Rp 21 triliun (dalam kurs Rp 14.000).

Di Karawang sendiri terdapat beberapa kawasan industri, seperti KIIC, Surya Cipta, KIKC, KIM, dan Artha Industrial Hill.

Aep menilai kehadiran BLK yang berkualitas sangat penting. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menginginkan tenaga ahli dari Karawang.

Dia juga ingin tenaga kerja dari Karawang mampu bersaing dan mempunyai kemampuan yang dibutuhkan industri.

Baca juga: Paslon Bupati dan Wabup Karawang Cellica-Aep Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Sehat bagi IKM

"Perusahaan manufaktur memerlukan tenaga kerja yang mempunyai skill, misalnya di bidang kelistrikan dan stamping. Ini yang yang harus dipersiapkan," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X