Kompas.com - 24/11/2020, 18:36 WIB
BNNP NTB mengamankan 2 kilogram ganja bersama 3 pelaku asal Lombok Timur. Narkotika jenis ganja ini disembunyikan dalam sebuah paket berisi baju dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMBNNP NTB mengamankan 2 kilogram ganja bersama 3 pelaku asal Lombok Timur. Narkotika jenis ganja ini disembunyikan dalam sebuah paket berisi baju dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi.

MATARAM, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja yang disembunyikan di dalam sebuah paket berisi baju.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP NTB, Kombes Pol I Made Ardana mengatakan, paket berisi 2 kilogram ganja asal Medan, Sumatera Utara, ini dikirim melalui jasa pengiriman paket (expedisi) dengan tujuan Lombok Timur.

Terbongkarnya pengiriman ganja melalui jasa ekspedisi ini berawal dari ditangkapnya pelaku WRH (41) warga Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (17/11/2020) pukul 16.30 Wita.

WRH ditangkap saat mengambil paket di salah satu jasa ekspedisi di Lombok Timur.

Baca juga: Sehari Setelah Dibangun, Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Kota Malang Ambrol

"Dua kilogram ganja ini diambil oleh WRH, dia yang mengambil paket dari ekspedisi di Lombok Timur," kata Ardana, dalam keterangan pers di Mataram, Selasa (24/11/2020).

Setelah digeledah, petugas menemukan satu plastik berisi tiga bungkus ganja kering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ganja tersebut disembunyikan di antara beberapa lembar pakaian yang disamarkan ke dalam paket kiriman.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pemandu wisata ini mengaku baru satu kali membeli ganja dari Medan dan dikirim melalui ekspedisi.

Barang haram tersebut dibeli dari Medan dengan harga Rp 20 juta.

"Jadi, dua kilo itu dia beli Rp 20 juta. Tapi, di sini kan bisa sampai Rp 40 juta," terang Ardana.

Selain menangkap WRH, selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap NM (43) warga Pancor, Lombok Timur, di parkiran salah satu toserba, pukul 17.11 Wita, di hari yang sama.

 

NM ditangkap setelah sebelumnya memesan ganja dari pelaku WRH sebanyak 1 kilogram dengan harga Rp 10,5 juta.

Selang satu hari, petugas juga mengamankan HM (35) yang memesan ganja dari WRH sebanyak 500 gram dengan harga Rp 6 juta. Namun, HM baru membayar setengahnya yaitu sebanyak Rp 3 juta.

Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini ketiga pelaku sudah diamankan di Kantor BNNP NTB.

Selain mengamankan barang bukti ganja, petugas juga mengamankan tiga unit HP, dua unit sepeda motor, serta uang tunai total sebesar Rp 13.500.000 yang digunakan untuk transaksi ganja.

Baca juga: 20 Pohon Ganja Ditemukan di Dekat Kebun Teh di Sukabumi

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati dan minimal hukuman 5 tahun penjara, serta denda maksimal Rp 10 miliar dan minimal Rp 1 miliar.

Bila diuangkan, barang bukti ganja tersebut senilai Rp 45 juta (di Pulau Lombok).

Dengan penangkapan sekitar 2 kilogram ganja ini, BNNP NTB menyelamatkan kurang lebih 3.600 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.