Banjir di Tegalbuleud Sukabumi Mulai Surut, Aktivitas Warga Mulai Normal

Kompas.com - 23/11/2020, 20:07 WIB
Jalan dan ratusan hektar lahan persawahan yang terendam banjir di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Foto diambil Rabu (18/11/2020). DOK : DUSUN CIPANGKALAN TEGALBULEUDJalan dan ratusan hektar lahan persawahan yang terendam banjir di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Foto diambil Rabu (18/11/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kehidupan masyarakat Dusun Cipangkalan, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/11/2020) kembali berjalan normal.

Sebelumnya selama sepekan masyarakat desa di pesisir Laut Selatan itu sempat terisolir karena jalan desa terendam luapan banjir Sungai Ciparanje.

''Alhamdulillah jalan menuju dusun kami sudah surut dan bisa dilalui motor dan mobil,'' ungkap Dede Surahman (43) tokoh pemuda Dusun Cipangkalan saat dihubungi Kompas.com, Senin sore.

Baca juga: Hampir Sepekan Warga Tegalbuleud di Sukabumi Terisolasi akibat Banjir

Namun, lanjut dia, lahan persawahan yang mencapai ratusan hektar mayoritas masih terendam. Ketinggian air diperkirakan masih mencapai antara 70 hingga 100 sentimeter.

Lahan persawahan yang masih terendam banjir terutama letaknya tepat di sepanjang pinggiran Sungai Ciparanje.

Sedangkan di beberapa lokasi yang sawahnya mulai surut sudah ada sejumlah petani yang beraktivitas. Namun tidak banyak karena berkaitan dengan modal dan persediaan bibit padi.

Baca juga: Kisah Aipda Ikhsan Terobos Banjir 2 Meter Sambil Gendong Kakek Lumpuh

''Sawahnya yang sudah terendam harus diolah kembali, ditraktor ulang. Ini kan perlu biaya besar juga, makanya perlu perhatian dari pemerintah,'' ujar Dede.

''Para petani sudah berulang kali sawahnya terendam. Sebelumnya Juni juga kebanjiran, sementara di tempat lain sudah mau panen lagi,'' sambung dia.

Dua hari tak turun hujan

Camat Tegalbuleud Antono mengatakan selama dua hari terakhir ini sudah tidak turun hujan dengan intensitas deras dan lama. Jalan desa yang sebelumnya terendam sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor.

''Sawah-sawah yang terendam sudah mulai surut. Jalan desa sudah bisa dilintasi,'' kata Antono dikonfirmasi Kompas.com Senin petang.

Masyarakat di Dusun Cipangkalan yang sebelumnya sempat terisolir sudah kembali beraktifitas normal. Begitu juga beberapa petani sudah mulai ada yang mengolah sawah.

''Perahu karet sudah ada dan tetap disiagakan. Dikhawatirkan kembali terjadi banjir, karena masih musim hujan,'' ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Regional
Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X