Pasien Covid-19 Melonjak Drastis, Pemkot Salatiga Tambah Ruang Isolasi dan Relawan

Kompas.com - 23/11/2020, 14:47 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto KOMPAS.com/ISTWali Kota Salatiga Yuliyanto

SALATIGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Salatiga melakukan antisipasi adanya lonjakan pasien yang positif terpapar Covid-19.

Salah satunya dengan merancang penambahan ruang perawatan dan tenaga relawan penanganan Covid-19.

"Minggu-minggu ini memang penambahan pasien positif sangat signifikan. Kita sedang melakukan penghitungan ulang kapasitas ruang penanganan Covid-19 dengan pasien," kata Wali Kota Salatiga Yuliyanto, Senin (23/11/2020) di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Baca juga: Bupati Sebut Penyebaran Covid-19 di Banyumas Mulai Tak Terkendali

Yuliyanto mengatakan sudah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan rumah sakit.

"Saya minta rumah sakit untuk menyediakan penambahan ruangan, termasuk di rumah sakit pendukung," ungkapnya.

Untuk tenaga kesehatan, Yuliyanto menegaskan tidak ada masalah.

"Kalau yang tenaga, jika tenaga kesehatan masih kurang kita segera mencari relawan. Tentu para relawan tersebut akan dibekali pengetahuan tentang Covid-19 terlebih dulu," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan saat ini jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 ada 513 orang.

"Hari ini ada penambahan 13 pasien positif sehingga yang dirawat ada 129 orang, yang dinyatakan sembuh ada 371 orang, dan yang meninggal 13 orang," jelasnya.

Baca juga: 88 Pasien di Lampung Sembuh dari Covid-19

Terpisah, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPAW Salatiga Hasto Nugroho mengatakan, untuk penambahan ruang perawatan memerlukan kajian mendalam.

"Saat ini kami merawat empat pasien dari Salatiga. Pasien lain berasal dari Kabupaten Semarang, Grobogan, Magelang, Kudus, dan Kendal," paparnya.

Hasto menginformasikan per hari ini ruang isolasi tekanan negatif di IGD ada dua tempat tidur (TT), ruang isolasi tekanan negatif ICU ada tiga TT terisi dua. Ruang isolasi tanpa tekanan negatif yakni Ruang Kenanga ada 10 TT terisi tujuh, tiga dalam renovasi, Ruang Melati ada 13 TT terisi 12, Ruang Sediyanto ada 9 TT terisi sembilan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X