Pencuri Kotak Amal Masjid Terekam CCTV, Viral di Medsos dan Pelakunya Satu Keluarga

Kompas.com - 23/11/2020, 14:18 WIB
Tangkapan layar dari video yang viral di media sosial. Video menunjukkan tiga orang diduga satu keluarga curi kotak amal di Pagelaran, Kabupaten Malang. KOMPAS.COM/ANDI HARTIKTangkapan layar dari video yang viral di media sosial. Video menunjukkan tiga orang diduga satu keluarga curi kotak amal di Pagelaran, Kabupaten Malang.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Rekaman video yang memperlihatkan aksi pencurian uang di kotak amal masjid viral di media sosial.

Adapun lokasi pencurian itu diketahui berada di Masjid Darul Khoirat, Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dari penyelidikan polisi, aksi pencurian uang itu terjadi pada Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ini para pelaku sudah berhasil ditangkap untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Baca juga: Viral, Rekaman Kamera CCTV Pencurian Kotak Amal Diduga Dilakukan Satu Keluarga

Viral di media sosial

Dari unggahan video yang dilakukan pemilik akun Facebook @popo paujan, terduga pelaku yang melakukan aksi pencurian uang di kotak amal itu berjumlah tiga orang.

Mereka terdiri dari seorang pria dan wanita dewasa, serta anak laki-laki.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam video itu, mereka terlihat membuka kotak amal masjid dan memasukan uangnya ke dalam tas.

Setelah itu, ketiga terduga pelaku pergi meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Satu Keluarga Ditangkap karena Terlibat Pencurian Kotak Amal Masjid

Pelaku satu keluarga

Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung turun tangan untuk melakukan upaya penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, pelaku pencurian uang kotak amal itu akhirnya berhasil ditangkap.

“Iya (sudah ditangkap),” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (22/11/2020).

Menurut Hendri, pelaku yang terlibat aksi pencurian itu diketahui masih satu keluarga.

Adapun identitasnya berinisial SH (43), istrinya IR (40), dan anaknya GWY (9).

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, pelaku utamanya adalah bapaknya. Sedangkan istri dan anaknya dipaksa ikut saat menjalankan aksinya itu.

“Bapaknya saja. Ibu dan anak dipaksa,” kata Hendri.

Penulis : Kontributor Malang, Andi Hartik | Editor : David Oliver Purba



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X