Bupati Sebut Penyebaran Covid-19 di Banyumas Mulai Tak Terkendali

Kompas.com - 23/11/2020, 12:31 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein seusai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/9/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein seusai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/9/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Bupati Banyumas Achmad Husein menyebutkan, penyebaran virus corona ( Covid-19) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai tidak terkendali.

Hingga Senin (23/11/2020), tercatat penambahan 554 kasus baru.

Pada bulan November ini, rata-rata setiap hari terdapat penambahan 25 kasus baru.

Selain itu, jumlah korban meninggal juga bertambah.

"Yang meninggal dunia dalam bulan November ada 21 orang. Dalam tiga hari terakhir, rata-rata ada tiga orang meninggal dunia setiap harinya," ungkap Husein melalui sebuah video, Senin.

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di Banyumas Penuh, Banyak Pasien Mengantre di IGD

Kendati demikian, kata dia, pihaknya akan berusaha mengendalikan kasus Covid-19 di Banyumas.

"Kami tetap berusaha sekuat tenaga, sekeras mungkin mengendalikan Covid-19," kata Husein.

Husein mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien, Pemkab kembali membuka dua rumah karantina.

Selain Balai Diklat Baturraden, Pemkab menyiapkan Pondok Slamet dan Wisma Wijayakusuma yang berada di kawasan Baturraden.

"Pondok Slamet sudah dibuka kemarin, Wisma Wijayakusuma sedang proses, karena itu bukan milik Pemkab. Kalau kurang nanti di hotel, ini sedang kami bahas," pungkasnya.

Baca juga: Banyumas Masuk Zona Oranye, Penularan di Komunitas Dinilai Cukup Tinggi

Berdasarkan data hari ini, tercatat 1.225 kasus terkonfirmasi positif.

Rinciannya, 807 orang sembuh, 39 orang meninggal dunia, dan sisanya dirawat di rumah sakit atau tempat karantina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Regional
Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

Regional
Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Regional
Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Regional
4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X