Kompas.com - 23/11/2020, 12:19 WIB
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti tembakau sintetis di Mapolrestabes Bandung, Senin (23/11/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti tembakau sintetis di Mapolrestabes Bandung, Senin (23/11/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Bandung menyita 150 kilogram tembakau sintetis setelah melakukan penggerebekan tempat pembuatan tembakau di sebuah apartemen di Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan ratusan kilogram tembakau sintetis ini berawal pada tanggal 18 November 2020.

Saat itu, Satnarkoba Polrestabes Bandung yang bekerjasama dengan Direktorat Narkoba Polda Jabar dan Bea Cukai Soekarno Hatta, melakukan penggrebekan di sebuah hotel di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung dan berhasil menangkap tersangka HF, HS, dan AR yang kedapatan mengambil sebuah paket berisi serbuk sintetis seberat 2 kilogram yang rencananya dibawa ke Jakarta.

Baca juga: Polisi Menyamar, Bongkar Kedok Kontrakan di Bandung yang Jadi Pabrik Tembakau Sintetis

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke hotel yang terletak di daerah Cengkareng Jakarta, dan kembali menangkap dua orang tersangka, yakni BCL dan BCH.

Dua orang ini berencana mengambil paket serbuk sintetis.

"Tersangka BCL mengaku mengambil paket tersebut atas suruhan tersangka SM," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, Senin (23/11/2020).

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap SM di rumah orangtuanya di Kabupaten Bandung pada Kamis (19/11/2020).

Kepada polisi, SM kemudian menunjukkan tempat pembuatan tembakau sintetis ini di sebuah apartemen di Bekasi.

"Di lokasi berhasil ditangkap dua orang, yakni AN dan RD. Tersangka AN mengaku memproduksi tembakau sintetis atas suruhan tersangka AA," ucap ulung.

Tak lama kemudian, AA pun dicokok di Jalan Soekarno-Hatta pada Sabtu (21/11/2020).

"Didapat sebanyak 8 tersangka, mulai dari pembuat, pengedar dan otaknya sendiri sudah dilakukan penangkapan," ucap Ulung.

Dari rangkaian pengembangan itu, polisi menyita tembakau sintetis siap edar sebanyak 150 kilogram.

"Sehingga sebanyak 150 kilogram tembakau sintetis yang siap edar dan juga bahannya sekitar 2 kilogram yang terdiri  dari mdm8 atau pinaka," kata Ulung.

Menurut Ulung, para tersangka menjual barang haram tersebut secara online dan beredar di daerah Bali dan Pulau Jawa.

"Modusnya mereka menjual secara online dan bisa juga dijual langsung, bisa melalui paket edarnya itu daerah bali atau sekitar pulau jawa," ucapnya.

Pelaku menjual tembakau sintetis sesuai pesanan, mulai dari 5 gram sampai 25 gram.

"Yang jelas ini lebih murah dibanding sabu," kata Ulung.

Tempat produksi tembakau sintetis berada di daerah Bekasi. Dua kilogram bahan baku pinaka dapat diracik menjadi 400 kilogram tembakau sintetis.

"Bahan baku ini di Indonesia belum ada, adanya di Tiongkok sehingga kami bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta," kata Ulung.

Baca juga: Racik Tembakau Sintetis, 3 Mahasiswa Ditangkap di Apartemen Mewah

Atas perbuatanya, pelaku dijerat pasal Pasal 114 ayat (2), Pasal 132 ayat (1) dan/ atau Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi pidana Hukuman Mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.

"Dengan diungkapnya home industry tembakau sintetis ini, kita dapat menyelamatkan 119.000 orang," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X