Langgar Prokes, Kampanye Tatap Muka 3 Paslon Pilkada Kabupaten Bima Terancam Dihentikan

Kompas.com - 22/11/2020, 07:54 WIB
Ilustrasi: Pilkada Serentak ANTARA FOTO/Nova WahyudiIlustrasi: Pilkada Serentak

BIMA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima menerbitkan rekomendasi untuk menghentikan kampanye terbatas atau tatap muka ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati karena diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Bima Junaidin mengatakan, rekomendasi itu telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga: Motor Bisa Diperbaiki, kalau Harus Menyengsarakan Keluarga Lain, Kasihan

"Rekomendasi terhadap pelanggaran tersebut sudah dikirim ke KPU pada Kamis (19/11/2020). Kita minta KPU untuk segera menindaklanjuti dengan melakukan pleno," kata Junaidin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).

Rekomendasi penghentian tahapan kampanye tatap muka itu berlaku bagi paslon nomor urut 1 Irfan-Herman Alfan Edison, paslon nomor urut 2 Syafrudin-Ady Mahyudin, dan paslon nomor urut 3 Indah Dhamayanti Putri-Dahlan M Noor.

Junaidin menambahkan, pelanggaran protokol kesehatan itu diduga dilakukan ketiga paslon sejak awal tahapan kampanye.

Pelanggaran itu berupa jumlah peserta kampanye tatap muka lebih dari 50 orang, tidak menjaga jarak, arak-arakan saat kampanye, dan konvoi di jalan raya.

Hal itu didapat berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu selama masa kampanye Pilkada serentak 2020.

Bawaslu mencatat, pelanggaran penerapan protokol Covid-19 itu terjadi hampir di semua titik agenda kampanye terbatas ketiga paslon itu.

"Rekomendasi yang kita terbitkan merupakan akumulasi dari hasil pengawasan, yang menunjukkan bahwa ketiga paslon dianggap melanggar prokes Covid-19," ujarnya.

Sebelum menerbitkan rekomendasi, Bawaslu Bima telah melayangkan teguran lisan dan tertulis kepada para paslon. Namun, peringatan itu tak pernah ditanggapi. 

Baca juga: Bubarkan Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD, Kapolres: Saya Sudah Katakan Resepsi Tidak Boleh

Dalam rekomendasi yang dikirim Bawaslu ke KPU Bima, tiga paslon itu dilarang menggelar kampanye tatap muka selama tiga hari.

"Karena peringatan atas pelanggaran prokes tak dihiraukan. Sebagaimana ketentuan PKPU, kewenangan kami menghentikan kampanye selama tiga hari. Selama itu pula, ketiga paslon tersebut tidak boleh melakukan jenis kampanye yang dilanggarnya," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X