Klaster Dukcapil, Terbesar di Kulon Progo Terus Bertambah, 49 Orang Positif Covid-19

Kompas.com - 21/11/2020, 21:56 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

KULON PROGO, KOMPAS.com – Klaster perkantoran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) merupakan yang terbesar di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penderita Covid-19 di klaster ini menembus 49 orang setelah penambahan 10 kasus baru pada Jumat (20/11/2020).

Sepuluh kasus baru melebar ke berbagai kantor dinas, di antaranya empat kasus positif (KP) di Dinas Kominfo, satu di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), satu di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), dan satu di kantor kapanewon (kecamatan) Pengasih.

“Selebihnya (tiga lainnya) merupakan penularan dalam keluarga kasus positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati ditemui di Dinas Kesehatan.

Baca juga: Sebelas Tenaga Kesehatan RS Rujukan Kulon Progo Positif Covid-19, Pasien Di-Swab dan Dipindahkan

Klaster Dukcapil diperkirakan masih akan bertambah. Pasalnya, ratusan sampel swab baru sudah diambil, namun belum semuanya menunjukkan hasil.

Gugus Tugas juga berencana mengambil lagi swab dari banyak pegawai di berbagai OPD dalam waktu dekat.

Mereka yang dijadwalkan uji swab berikutnya dua kontak erat dari Kominfo, 22 dari Bappeda, 22 di BKAD dan para pegawai kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Semua terkait kegiatan kantor. (Karena) mereka melakukan pertemuan dengan kasus positif, baik berupa pertemuan kecil, dan biasanya memang lama,” kata Baning.

Baca juga: Fakta Klaster Covid-19 Kantor Dukcapil, Disebut yang Terbesar di Kulon Progo, Diduga karena Penanganan Terlambat

Walau sudah ada kasus positif di beberapa dinas, Gugus Tugas belum menerbitkan rekomendasi penutupan. Sementara itu, penutupan Dukcapil kembali diperpanjang dalam sepekan ke depan.

“Kami belum memutuskan untuk menutup yang lain tapi sudah didisinfeksi, karena masih satu-satu kasus saja,” katanya.

Penambahan di klaster Dukcapil membuat total kasus Covid-19 di Kulon Progo terus membengkak. Jumat kemarin sebenarnya ada penambahan 16 kasus positif Covid-19. Sepuluh di antaranya klaster Dukcapil.

Dengan demikian Kulon Progo mencatat 345 kasus selama pandemi. Sebanyak 215 telah sembuh, 27 dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 dan 94 jalani isolasi mandiri. Kematian mencapai 9 kasus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Regional
Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Regional
Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Regional
Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Regional
Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X