Cegah Covid-19, Warga Diimbau Tak Sumbang Nasi Bungkus untuk Pengungsi Merapi

Kompas.com - 21/11/2020, 21:22 WIB
Anggota Brimop Polda Jateng membagikan makanan prasmanan kepada para pengungsi Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020), Dok Humas Polres MagelangAnggota Brimop Polda Jateng membagikan makanan prasmanan kepada para pengungsi Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020),

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan hati-hati saat hendak memberikan sumbangan langsung kepada pengungsi Merapi mengingat dalam suasana pandemi Covid-19.

Penularan virus tersebut sangat rawan terjadi di lokasi pengungsian jika tidak disiplin protokol kesehatan.

"Kami imbau masyarakat yang mau membantu pengungsi untuk lebih bijak. Sejauh ini masih banyak yang menyumbang nasi bungkus, padahal sudah ada dapur umum di mana makanan disajikan prasmanan, ada petugas yang mengambilkan untuk mencegah penularan Covid-19," terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nanda Cahyadi Pribadi dalam keterangan pers di Command Center komplek kantor Pemkab Magelang, Jumat (20/11/2020) sore.

Baca juga: Jalur Evakuasi Merapi di Magelang Rusak akibat Dilalui Truk Pengangkut Pasir

Nanda mengimbau, para donatur bisa membantu dalam bentuk bahan makanan yang bisa diolah petugas di dapur umum. Selain itu, kebutuhan lain yang betul-betul dibutuhkan oleh pengungsi Merapi.

Bantuan juga tidak perlu diserahkan langsung ke lokasi pengungsian guna mencegah kerumunan orang yang berpotensi terjadi penularan Covid-19. Bantuan bisa disalurkan melalui posko induk maupun di kantor kecamatan setempat.

Hal itu juga dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi posko pengungsian di Desa Deyangan, Kecamatan Martoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020). 

“Untuk para donatur, pengumpul atau adik-adik mahasiswa yang mengumpulkan dana atau sumbangan, tolong ini dititipkan di kecamatan. Jangan langsung masuk ke pengungsian karena itu juga berbahaya tentang penularan Covid-19. Ini yang perlu kita antisipasi,” katanya.

Baca juga: Merapi Siaga, 246 Warga Desa Jrakah Boyolali Dievakuasi ke Pengungsian Sementara

Menurut Yasin, yang dihadapi saat ini tidak hanya ancaman bahaya Gunung Merapi tapi juga penularan Covid-19. 

Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin memastikan pengungsian erupsi Merapi di Kabupaten Magelang digelar dengan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bahkan, saat ini Pemkab sedang menyiapkan aplikasi digital untuk memudahkan pengelolaan pengungsi, termasuk distribusi bantuan masyarakat.

“Jadi nanti daftar sumbangan yang masuk, daftar pengungsi di sini, nanti akan ada aplikasi yang kita kasih nama sementara ini, Jannoko Pengungsi Magelang. Nanti di situ akan ada datanya semua, tentunya akan memudahkan donatur dan inventarisasi kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan,” katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Regional
Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Regional
Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Regional
Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Regional
Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Regional
Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X