"Pelajaran Juga Bagi Saya, Naik Moge Hati-hati, Suaranya Kenceng"

Kompas.com - 21/11/2020, 17:25 WIB
Mediasi antara pengendara moge (kanan) dan pengemudi mobil di Satlantas Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020). KOMPAS.COM/DOK SATLANTAS POLRESTA BANYUMASMediasi antara pengendara moge (kanan) dan pengemudi mobil di Satlantas Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020).

KOMPAS.com - Peristiwa kecelakaan antara mobil Daihatsu Ayla dengan motor ber-cc besar, CBR1000RR SP, di Purwokerto, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial.

Pengendara motor Honda CBR1000RR SP yang bernama Dimas Prasetyahani (25) memutuskan untuk berdamai dan menolak tawaran ganti rugi satu unit rumah dan mobil dari keluarga penabraknya, A (30).

Kepada wartawan, Dimas pun mengungkapkan pelajaran berharga bagi dirinya dalam kecelakaan itu.

"Semoga ini menjadi pelajaran karena di jalan kita enggak tahu akan bertemu siapa, harus hati-hati. Ini juga pelajaran buat saya yang menunggangi moge harus hati-hati, karena suaranya kenceng," kata Dimas.

Baca juga: CBR1000RR SP Tertabrak Ayla di Purwokerto Berakhir Damai, Tawaran Rumah untuk Ganti Rugi Ditolak

Tak tutup mata

Sementara itu, Dimas mengakui telah ditemui oleh keluarga A. Ibu dari pun menyampaikan siap bertanggung jawab dan akan menyerahkan mobil serta rumahnya sebagai ganti rugi.

Namun ibu kandung A meminta anaknya tidak dipidana. Hal itu dilakukan karena harga moge milik Dimas jauh lebih mahal dibanding mobil yang dikemudikan A.

Mendengar tawaran itu, Dimas menolaknya. Alasannya, Dimas mengetahui bahwa A adalah tulang punggung keluarga.

Lalu, istri A juga sedang mengandung 6 bulan.

"Saya kasihan, itu kan rumah satu-satunya, apalagi yang nabrak kan anaknya, (tapi) ibunya harus kena, istrinya kena, enggak ada tempat tinggal, saya mikir sampai sana," ujar Dimas.

Baca juga: Becak Ditabrak Honda CBR, Ibu Tewas, Anak Luka Robek di Perut

 

Soal motor rusak

Daihatsu Ayla tabrak motor Honda CBR1000RR SP di daerah Purwokertoinstagram.com/layzmotor Daihatsu Ayla tabrak motor Honda CBR1000RR SP di daerah Purwokerto
Dimas juga berpendapat, kerusakan motor miliknya bisa diperbaiki. Dimas pun mengaku tulus untuk tidak mendapat ganti rugi sepeser pun.

"Kalau bicara materi, motor bisa diperbaiki, tapi kalau harus menyusahkan atau menyengsarakan keluarga lain kan kasihan. Apalagi saya cuma patah tulang, masih diberi keselamatan oleh Allah," ujar Dimas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Banyumas AKP Ryke Rhimadila menjelaskan, insiden kecelakaan itu terjadi di di Jalan HR Bunyamin, Purwokerto.

Menurut polisi, insiden itu berawal dari kesalahpahaman.

Baca juga: Tak Ada Biaya Berobat, Seorang Ayah 4 Anak di Jambi Meninggal Usai Digigit Ular

"Pada saat kejadian pengendara CBR memang agak ke tengah. Pengemudi Ayla pada saat akan menyalip tidak bisa menguasai kendaraan akhirnya terjadi kecelakaan," kata Ryke di Kantor Satlantas Mapolresta Banyumas, Jumat (20/11/2020).

Dirinya juga membenarkan, sebelumnya sempat ada cekcok antara pengendara CBR dan mobil ayla.

"Betul (sempat adu mulut), karena salah paham. Kalau kita mengendarai sepeda motor untuk balancing memang agak digas," jelas Ryke.

Akibat kecelakaan itu, Dimas alami patah tulang pada bagian lengan tangan kiri dan lecet pada beberapa bagian tubuhnya.

(Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Regional
Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Regional
Pasien Covid-19 Membeludak di RS, Bangsal Orang Sakit Jiwa Terpaksa Jadi Ruang Isolasi

Pasien Covid-19 Membeludak di RS, Bangsal Orang Sakit Jiwa Terpaksa Jadi Ruang Isolasi

Regional
Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X