Hukuman Kades yang Berfoto dengan Paslon Bupati Gunakan Simbol di Bulukumba

Kompas.com - 20/11/2020, 19:59 WIB
Kepala Desa Bontobulaeng Rais Abdul Salam menggunakan baju hijau menggunakan simbol berfoto dengan calon bupati Bulukumba nomor urut tiga KOMPAS.com/NURWAHIDAHKepala Desa Bontobulaeng Rais Abdul Salam menggunakan baju hijau menggunakan simbol berfoto dengan calon bupati Bulukumba nomor urut tiga

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba menggelar sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Kepala Desa (Kades) Bontobulaeng, Rais Abdul Salam di ruang Cakra, Pengadilan PN Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (19/11/2020).

Sidang putusan tersebut dibacakan majelis Hakim Duketyai Iwan Harry didampingi hakim anggota Nursina.

Humas PN Bulukumba Muh Asnawi Said mengatakan Kades Bontobulaeng Bulukumba, Rais Abdul Salam terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tindak pidana penuntut umum.

"Majlis hakim sudah memutus satu bulan pidana penjara dan denda Rp 1 juta," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Dia mengatakan, apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Hal senada dikatakan Jaksa Fungsional, Kejari Bulukumba, Syamsu Rizal Abadi.

Dia mengatakan, Rais Abdul Salam terbukti melanggar netralitas pilkada.

"Jadi Rais Abdul Salam dinyatakan bersalah, sebagaimana tuntutan penuntut umum, yakni penjara satu bulan dengan masa percobaan tiga bulan," kata Syamsu.

Baca juga: Dana Desa untuk Berfoya-foya, Kades Ini Rugikan Negara Rp 317 Juta

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Bontobulaeng Rais Abdul Salam tersebut dilaporkan oleh Forum Demokrasi Rakyat (Forderak) ke Bawaslu Bulukumba, Selasa (6/10/2020) lalu.

Ketua Bidang Sosial Politik (Forderak) Ahmad Karyadi mengatakan awalnya menemukan foto Kades Bontobulaeng berfoto menggunakan simbol dengan paslon di grup WhatsApp.

"Simbol itu sudah ditetapkan paslon yang digunakan untuk kampanye. Dan saya menilai Kades Bontobulaeng berpihak kepada salah satu calon Bupati Bulukumba. Akhirnya menelusuri akun Facebook-nya dan ternyata benar dipublish secara terang-terangan foto itu di akun sosmed pribadinya," kata Ahmad.

Menurutnya, apa yang dilakukan Kades Bontobulaeng merupakan pelanggaran netralitas pejabat daerah.

"Makanya saya dan teman-teman Forderak melaporkan kades ke Bawaslu Bulukumba. Adapun bukti yang disetor seperti foto-foto kades dengan paslon menggunakan simbol dan bukti foto kades di rumah pemenangan," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X