Hampir Sepekan Warga Tegalbuleud di Sukabumi Terisolasi akibat Banjir

Kompas.com - 20/11/2020, 19:24 WIB
Jalan dan ratusan hektar lahan persawahan yang terendam banjir di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Foto diambil Rabu (18/11/2020). DOK : DUSUN CIPANGKALAN TEGALBULEUDJalan dan ratusan hektar lahan persawahan yang terendam banjir di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Foto diambil Rabu (18/11/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sekitar 1.000 jiwa penduduk Dusun Cipangkalan, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat, hampir sepekan terisolasi akibat jalan terendam banjir.

Hal tersebut disebabkan meluapnya Sungai Ciparanje yang diguyur hujan selama dua hari berturut-turut sejak Sabtu (14/11/2020).

Meluapnya Sungai Ciparanje yang mengalir dari hulu ke muaranya di Sungai Cibuni ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Baca juga: 150 Hektar Sawah di Tegalbuleud Sukabumi 4 Hari Terendam Banjir, Petani Rugi Rp 600 Juta

Namun, hingga saat ini belum ada solusi. Pada setiap musim hujan, jalanan di sekitar akan kembali ditutup banjir.

''Bukan ratusan hektar lahan persawahan saja yang terendam. Tapi jalan menuju dusun kami juga ada yang teredam,'' ujar Dede Surahman (43) tokoh pemuda Dusun Cipangkalan yang menghubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Bahkan, menurut Dede, rumah-rumah juga ada yang teredam.

Dede menuturkan, jalan yang terendam itu berlokasi di jalan desa menuju sejumlah perkampungan di Dusun Cipangkalan.

Baca juga: Pelajar SMA di Sumsel Dirampok dan Dikubur oleh Teman Sendiri

Jarak dari jalan utama ke dusun sekitar 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter.

Ada satu titik lokasi yang terendam akibat meluapnya air Sungai Ciparanje.

Tepatnya di sekitar jembatan, karena jalan yang terendam ini lebih rendah dari jembatan.

''Kalau jalan yang terendam sekitar 500 meter ini berada di tengah-tengah persawahan yang terendam itu. Dalamnya ada yang mencapai 1 meter,'' tutur Dede yang sudah sepekan ini tidak bisa ke mana-mana.

Menurut dia, saat ini kegiatan masyarakat sangat terhambat dan sulit untuk keluar dusun menuju kecamatan dan jalan nasional.

Warga yang memiliki warung dan menjual kebutuhan pokok sudah kehabisan stok.

''Tabung gas melon, air bersih galon juga sudah sulit, karena sudah tidak ada yang mengirim karena jalannya terhambat. Sekarang kami nyaris terisolasi,'' ujar Dede.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X