Zona Merah Covid-19, IDI Sarankan Pemkot Tegal Karantina Wilayah Tingkat RT/RW

Kompas.com - 20/11/2020, 15:40 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Kesehatan mencatat sudah ada 930 warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Jumat (20/11/2020) pukul 15.00 WIB.

Terus melonjaknya kasus, membuat Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Kota Tegal menyarankan agar Pemkot bisa mengarantina wilayah tingkat RT/RW untuk melindungi warganya dari Covid-19.

Ketua IDI Kota Tegal dr. Said Baraba mengatakan, karantina wilayah tingkat RT/RW akan lebih efektif dibandingkan dengan kembali melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal-awal ada kasus Covid-19.

Baca juga: Tambah 36 Ruang Isolasi dan Siapkan HCU, RSUD Kardinah Tegal Bongkar Tenda Screening

"Kota Tegal saat ini zona merah. Sekarang penyebaran Covid-19 sudah bukan antar kota, namun penyebarannya sudah lokal. Jika akan karantina lebih baik tingkat RT atau RW," kata Said kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Menurut Said, Pemkot Tegal menerapkan PSBB di awal-awal merebaknya Covid-19 memang sudah tepat.

Diawali dengan lokal lockdown hingga PSBB dua kali membuat Kota Tegal zona hijau berhasil menekan penyebaran kasus.

"Namun kembali melonjaknya kasus karena masyarakat kita mungkin salah mengartikan new normal. New normal dianggap sudah normal sehingga merasa bebas. Padahal new normal itu suatu kebiasaan baru misalnya dulu tidak pakai masker sekarang pakai masker," katanya.

Baca juga: Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal Terlambat Datang, RDP Penanganan Covid-19 Kembali Ditunda

Sementara itu, mengacu data corona.tegalkota.go.id, dari total ada 930 kasus positif Covid-19 warga Kota Tegal, rinciannya 37 dirawat, 344 isolasi mandiri, 507 sembuh, dan 42 meninggal.

Di website yang dikelola Dinas Kesehatan itu juga mencatatkan kasus Covid-19 yang menimpa warga luar Kota Tegal namun mendapatkan perawatan di Kota Tegal.

Yaitu jumlahnya mencapai 254 kasus positif Covid-19. Dengan rincian 34 dirawat, 66 isolasi mandiri, 103 sembuh, dan 51 orang meninggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X