Misteri Kematian Pria di Jalan Tol, Luka di Tubuhnya Diduga dari Benda Tumpul

Kompas.com - 20/11/2020, 09:55 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi hingga saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab kematian FR (32) pria asal Jayapura yang ditemukan tewas di Jalan Tol Ir. Soetami, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Senin (16/11/2020).

Salah satu dokter dari tim forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel dr. Denny Matius mengungkapkan butuh waktu sekitar sebulan untuk mengetahui hasil otopsi kematian FR.

Meski demikian, dari hasil pemeriksaan luar dan dalam yang dilakukan pihaknya, luka di beberapa bagian tubuh FR disebabkan akibat oleh tumpul.

"Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, memang ada ditemukan trauma atau benturan benda tumpul yang menjadi perhatian adalah (luka) kekerasannya ini ada sejumlah tempat di tubuh, bukan pada satu tempat saja," ujar Denny di ruang Biddokkes Polda Sulsel, Kamis (19/11/2020) malam.

Baca juga: Identitas Mayat yang Tergeletak di Jalan Tol Makassar Terungkap

Meski demikian, Denny belum bisa memberikan pernyataan mengenai luka benda tumpul itu ada di sekujur tubuh FR.

Dia mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik kepolisian mengenai hal ini.

Sementara itu, kejanggalan kematian FR turut dirasakan pihak keluarga.

Salah satu kerabat korban, Yunus mengatakan, luka-luka yang didapati adiknya itu tidak menyerupai korban kecelakaan.

"Paling meragukan itu luka lubang di hidung dan telinganya. Baru tidak ada bekas luka seperti benturan atau lecet kena aspal. Kami ragu kalau dibilang ditabrak lari," kata Yunus.

Yunus menceritakan, semasa hidupnya FR bagian dari jemaah tabligh yang berpindah-pindah masjid di Kota Makassar.

"Dia berhenti kerja di tempat galon. Dia jadi anggota jamaah tabligh, sering ikut kajian di masjid-masjid wilayah Makassar," ujar Yunus.

Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Jalan Tol Makassar

Sebelumnya diberitakan, seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan tewas di ruas Jalan Tol Ir. Soetami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/11/2020) malam.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muhalis mengatakan, mayat tersebut ditemukan dekat jembatan penyeberangan di ruas jalan menuju Bandara Sultan Hasanuddin oleh petugas patroli tol.

Saat ditemukan, pria tersebut mengenakan celana panjang kain abu-abu dan baju kaus oblong hitam bergaris merah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X