Kepala Daerah Langgar Protokol Covid-19 Terancam Dipecat, Gubernur Sumsel: Ini Peringatan

Kompas.com - 19/11/2020, 18:09 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat menemui massa aksi di halaman kantornya yang meminta adanya kenaikan UMP pada 2021, Rabu (11/11/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAGubernur Sumsel Herman Deru saat menemui massa aksi di halaman kantornya yang meminta adanya kenaikan UMP pada 2021, Rabu (11/11/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan instruksi nomor 6 tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19. 

Dalam intruksi tersebut tertulis, kepala daerah akan mendapatkan sanksi tegas bahkan sampai pemecatan jika tak mematuhi protokol kesehatan. 

Terkait aturan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pun ikut angkat bicara. Menurutnya, intruksi Mendagri tersebut tak hanya berlaku kepada Gubernur, melainkan kepala daerah termasuk Bupati dan Wali Kota. 

"Ini jadi peringatan untuk seluruh kepala daerah terutama di Sumsel," kata Herman, Kamis (19/11/2020). 

Baca juga: Mendagri Terbitkan Instruksi Penegakan Protokol Kesehatan, Ingatkan Kepala Daerah soal Sanksi Pemberhentian

Tidak bisa Disamaratakan

Herman pun berpendapat, instruksi tersebut sebetulnya tak bisa disamaratakan untuk seluruh wilayah. 

Ia mencontohkan, Sumsel saat ini tak lagi masuk sebagai wilayah zona merah. Sementara wilayah Jakarta dan Jawa Barat masih menerapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Kedua wilayah itu sedang PSBB sehinga tidak bisa ditoleransi untuk membuar kerumunan. Sementara di Sumsel, seluruh daerah tidak ada lagi yang zona merah," ujar Herman. 

Baca juga: Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, Bupati Bogor Sampai Ketua RT di Megamendung Akan Diperiksa

Pedoman AKB di Sumsel

Meski demikian, menurut Herman, sebelum instruksi dari Mendagri itu berlaku, ia telah mengeluarkan Pergub nomor 37 tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dalam kondisi Covid-19. 

Dalam Pergub itu pun berlaku sanksi denda hingga kerja sosial bagi yang melanggar. 

"Pergub itu menjadi pedoman kita dan harus ditaati seluruh masyarakat Sumsel,"ujarnya.

Herman berharap, dengan diterapkannya Pergub tersebut, kegiatan perekonomian di Sumsel masih tetap berjalan secara beriringan dengan sektor kesehatan.  

Sehingga, masyarakat dapat tetap produktif dengan mengikuti protokol kesehatan.  

"Kegiatan boleh jalan, tetapi semuanya harus mengikuti protokol kesehatan," ungkapnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Mengaku Siap ke Mabes Polri, Beri Keterangan Terkait Kegiatan Rizieq Shihab



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X