5 Kasus Bayi Dibuang dalam Sepekan, Mayat Gosong hingga Penemuan Janin di Minimarket

Kompas.com - 19/11/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi bayi Roman Sorkin/ShutterstockIlustrasi bayi
Editor Rachmawati

Kepada polisi, NS mengaku mencekik bayinya dan memotong tali ari-ari dengan pisau dapur pada Senin (9/11/2020).

Setelah dipastikan meninggal, bayi tersebut dibungkus dengan kantong plastik dan dibuang di selokan yang tak jauh dari rumahnya.

"Jadi pelaku ini (NS) melakukan perbuatan kejinya pada hari Senin, sekitar pukul 03.00 WIB di kamar mandi rumahnya," kataKapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Mayat bayi tersebut ditemukan pada Kamis (12/11/2020) oleh warga. Ia terkejut saat melihat bungkusan di selokan depan rumahnya yang dihinggapi lalat dan beraroma busuk.

Bayi tersebut adalah hasil hubungan NS dengan pacarnya.

"Motifnya rasa malu, ditambah lagi pacarnya enggak mau bertanggung jawab," ucap Roland.

Baca juga: Ini Alasan Seorang Ibu di Bogor Bunuh Bayinya Sendiri

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Bayi dihanyutkan ke sungai di Kalsel

Mayat bayi perempuan ditemukan di sungai di Desa Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada Selasa (17/11/2020).

Menurut Paur Humas Polres HST, Aipda M Husaini, warga awaknya mengira jasad bayi tersebut adalah boneka.

"Warga awalnya mengira bahwa jasad bayi itu boneka. Setelah kita periksa ternyata jasad bayi dan diduga dari hasil hubungan gelap," ujar Aipda M Husaini saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2020).

Bayi tersebut diduga sengaja dihanyutkan ke sungai setelah dilahirkan untuk menghilangkan jejak.

"Kemungkinannya memang seperti itu. Untuk pelakunya kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan warga," jelasnya.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas kemudian membawa jasad bayi ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai, HST.

Baca juga: Dikira Boneka, Setelah Didekati Ternyata Jenazah Bayi Bertubuh Gosong di Tumpukan Ranting

4. Mayat bayi gosong di Jember

Ilustrasi bayi menangis. Ilustrasi bayi menangis.
Di Jember, warga Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat Jember dihebohkan dengan peemuan mayat bayi gosong karena terbakar pada Rabu (18/11/2020).

Saat ditemukan, mayat bayi yang terbakar itu ada di tengah tumpukan ranting kayu di antara semak belukar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X