Menyoal Fatwa Hukum Cambuk Pemain PUBG di Aceh, Disebut sebagai Upaya Penyelamatan Anak

Kompas.com - 19/11/2020, 11:15 WIB
Ilustrasi PUBG ReutersIlustrasi PUBG
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pada saat pemuda-pemuda Aceh baru menorehkan prestasi di bidang olahraga elektronik (esports), dalam turnamen Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) yang diselenggarakan secara nasional, seorang ulama Aceh mewacanakan hukuman cambuk terhadap para pemain gim tersebut karena menilai permainan ini dapat mendorong kekerasan.

Canda tawa dan kalimat gurauan berbahasa Aceh yang sesekali disertai suara tembakan jelas terdengar ketika sejumlah pemuda Aceh bermain PUBG pada sebuah platform daring, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Plt Gubernur Aceh Minta Seluruh Kabupaten-Kota Taati Fatwa Haram PUBG

PUBG adalah singkatan untuk Player Unknown's Battlegrounds—gim simulasi pertempuran yang menjadi tren di antara kaum muda selama dua tahun terakhir.

Di Aceh, permainan ini digolongkan haram oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) sejak Juni tahun lalu.

Ada tiga alasan utama sehingga fatwa haram dikeluarkan, yakni menyebabkan kecanduan, dzalim terhadap diri sendiri, dan tidak menyehatkan.

Akan tetapi, ketika fatwa haram tersebut dikeluarkan, tidak ada sanksi yang menyertainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baru-baru ini, seorang ulama Aceh yang menjabat sebagai Ketua MPU Aceh Barat, Abdurrani Adian, mendorong agar pemain game PUBG juga perlu dicambuk.

Baca juga: Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

"Kalau cuma fatwa saja tidak dibarengi dengan sangsi (cambuk), pemain itu tidak terlalu menghiraukan, maka kita menghimbau pemerintah Aceh supaya fatwa MPU Aceh tentang PUBG mudah-mudahan bisa segera diqanunkan dan disebutkan sanksinya," kata Abdurrani Adian kepada BBC News Indonesia.

Ketika disinggung bahwa Arab Saudi telah menggelar kejuaraan dunia PUBG pada 2019 dan tiada bukti korelasi antara permainan tersebut dan aksi kekerasan di dunia nyata, Abdurrani berdalih bahwa Arab Saudi dan Aceh berbeda.

Dia menegaskan fatwa haram dan usulan hukuman cambuk terhadap para pemainnya merupakan bagian dari upaya penyelamatan anak-anak dan generasi mendatang.

Baca juga: Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

"Ini kan penyelamatan anak-anak. Memainkan itu, akhlak mulia mereka sudah tidak ada lagi," tudingnya.

Sejauh ini hukuman cambuk di muka umum untuk pemain gim PUBG dan sejenisnya belum diputuskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Namun, wacana itu disetujui oleh anggota DPRA dari Fraksi Golkar wilayah pemilihan Aceh Barat, Teuku Raja Keumangan.

"Jadi saya pikir dalam rangka menyelamatkan anak-anak muda kita dan menakut-nakuti jangan terpengaruh untuk melakukan itu (permainan game PUBG), jadi saya pikir seluruh komponen di Aceh harus mendukung sikap MPU," kata Teuku Raja.

Baca juga: Dianggap Langgar Syariat, Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Ini Penjelasannya

'Di mana haramnya?'

Ilustrasi PUBGGetty Images Ilustrasi PUBG
Jika hukuman cambuk terhadap semua orang yang memainkan gim PUBG dilaksanakan di Aceh, maka sejumlah pemain profesional asal Aceh akan terimbas.

Beberapa di antara mereka tergabung dalam sebuah tim yang mewakili Provinsi Aceh meraih peringkat keenam turnamen Nasional PUBG di Jakarta, Agustus lalu.

Karena itu, wacana hukuman cambuk terhadap para pemain PUBG di Aceh dipertanyakan Ketua Indonesia Esports Association Provinsi Aceh (IESPA), Muhammad Irfan.

"Di mana haramnya? Kita buat perbandingannya seperti ini, seperti tinju, karate, semua itu ada kekerasan kan? Tapi mereka sudah dibuat regulasi menjadi cabang olahraga," jelas Irfan.

Baca juga: Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk

Muhammad Irfan menegaskan bahwa IESPA memiliki regulasi dalam bermain gim daring, antara lain hanya dibolehkan bermain selama tiga jam dalam satu hari, berhenti pada waktu salat, dan tidak mengeluarkan kata - kata kotor.

Dia juga mengingatkan bahwa gim daring merupakan bagian dari olahraga prestasi dan bisa dijadikan ladang nafkah bagi kaum muda.

Oleh sebab itu, dia berharap dapat mencapai kompromi dengan para pemangku kepentingan.

"Anak-anak Aceh juga punya potensi di situ. Kita arahkan mereka dengan regulasi yang bagus. Saya ingin, ayo kita bertemu dengan para pihak terkait. Kita cari solusinya," tutup Irfan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.