Kompas.com - 18/11/2020, 17:47 WIB
Petani menunjukkan wereng hijau di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/3/2017). Wereng hijau merupakan vektor penyebar penyakit tungro pada tanaman padi. KOMPAS.com/BUDIYANTOPetani menunjukkan wereng hijau di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/3/2017). Wereng hijau merupakan vektor penyebar penyakit tungro pada tanaman padi.

TEGAL, KOMPAS.com - Petani di pesisir pantai utara (Pantura) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengalami kerugian akibat serangan hama wereng yang mengancam hasil panen padi tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Toto Subandriyo mencatat setidaknya sudah ada 63 hektar sawah yang ditanami padi akhirnya gagal panen.

"Sedikitnya 63 hektar sawah gagal panen karena wereng. Paling banyak di Kecamatan Kramat dan Suradadi," kata Toto, usai penyerahan 400 paket program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mesin pompa air kepada petani, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Takut Di-swab, Ratusan Pedagang Pasar di Tegal Pilih Tutup Lapak dan Pulang

Toto mengatakan, gagal panen akibat hama wereng baru terjadi lagi tahun ini. Hal itu karena adanya anomali cuaca yang sepanjang tahun hampir tidak ada kemarau.

"Tahun sebelumnya tidak ada. Tahun ini merebak wereng karena cuaca yang lebih sering mendung, seperti sepanjang tahun hampir tidak ada kemarau," kata Toto.

Serangan hama wereng rupanya sudah diprediksi sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kabupaten Tegal bahkan telah membiayai premi asuransi sampai 80 persen per hektar.

Baca juga: Hama Wereng Serang 70 Hektar Sawah di Kota Padang

"Tanaman padinya sudah kita asuransikan. Dengan bantuan premi 80 persen oleh pemerintah, 20 persen dari petani. Klaim per hektar sampai Rp 6 juta," kata dia.

Di Kabupaten Tegal sendiri ada sekitar 38.000 hektar sawah produktif.

Petani di Kabupaten Tegal menerima bantuan paket program konversi BBM ke BBG dari pemerintah untuk mesin pompa air kepada petani, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Rabu (18/11/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Petani di Kabupaten Tegal menerima bantuan paket program konversi BBM ke BBG dari pemerintah untuk mesin pompa air kepada petani, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Rabu (18/11/2020)
Dengan produksi padi mencapai 360.000 ton gabah kering per tahun. Dalam setahun sawah maksimal bisa dipanen sampai tiga kali.

Toto berharap, bantuan program konversi BBM ke BBG untuk mesin pompa air sawah, diharapkan bisa turut meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.

Baca juga: Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi

"Kalau beralih akan menghemat sekitar 30 persen biaya. Bantuan pompa ini bisa untuk suplai irigasi musim kemarau. Dari kami memfasilitasi pembelian gasnya. Kalau bantuan dari pusat melalui Kementrian ESDM sudah komplit," kata dia.

Penyerahan paket bantuan berupa pompa air, selang regulator, elpiji 3 kg hingga perangkat konverter lainnya secara simbolis diserahkan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Komisi VII DPR RI Paramita, dan Senior Supervisor Communication dan Relation MOR IV PT Pertamina (Persero) Arya Yusa D.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.