Terowongan Setinggi 1 Meter di Brebes, Warga Harus Membungkuk Saat Melintas

Kompas.com - 18/11/2020, 15:53 WIB
Warga melintasi terowongan di bawah rel kereta  setinggi 1 meter di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan Brebes, Rabu (18/11/2020) (Istimewa) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWarga melintasi terowongan di bawah rel kereta setinggi 1 meter di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan Brebes, Rabu (18/11/2020) (Istimewa)

BREBES, KOMPAS.com - Terowongan setinggi 1 meter di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, sedang ramai dibicarakan publik.

Pasalnya, meski sempit, ternyata setiap hari banyak warga rela sampai membungkuk atau menunduk saat melintasi terowongan di bawah rel kereta api itu.

Menurut keterangan warga sekitar, Varida, warga terpaksa melewati terowongan tersebut karena terowongan atau underpass utama sedang dalam perbaikan.

Terowongan tersebut menjadi akses tercepat menuju kota Kecamatan Ketanggungan.

"Daripada juga memutar jauh, lebih baik lewat sini," kata Varida kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: 11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Saat melintasi terowongan dengan sepeda motor, ia bahkan harus turun dari kendaraannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, berjalan kaki sambil menunduk dan mendorong motornya.

"Kalau warga sini menyebutnya terowongan gedong jimat. Karena memang lokasinya dekat dengan gudang penyimpanan pusaka atau jimat," kata dia.

Kapolsek Ketanggungan AKP Suroto mengatakan, karena ramai yang melintasi terowongan itu, pihaknya bahkan harus menerjunkan personel untuk membantu warga agar tertib saat melintas.

"Karena memang tidak sedikit warga yang perlu dibantu, khususnya ibu-ibu, atau misal tukang becak penuh muatan," kata Suroto.

Suroto mengungkapkan, terowongan di bawah rel kereta api tersebut sudah dibangun cukup lama, bahkan pada masa penjajahan Belanda.

"Terowongan ini informasi warga sekitar dibuat saat pembangunan jalur kereta api di masa penjajahan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.