275 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia via Entikong

Kompas.com - 18/11/2020, 14:48 WIB
Sebanyak 275 pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebanyak 275 PMI itu terdiri dari 215 pria dan 60 wanita. Mereka berasal dari sejumlah provinsi di Indonesa. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASebanyak 275 pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebanyak 275 PMI itu terdiri dari 215 pria dan 60 wanita. Mereka berasal dari sejumlah provinsi di Indonesa.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Sebanyak 275 pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ( Kalbar).

Sebanyak 275 PMI itu terdiri dari 215 pria dan 60 wanita. Mereka berasal dari sejumlah provinsi di Indonesa.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, permasalahan yang dihadapi PMI hingga dideportasi mulai dari tidak ada paspor dan visa kerja hingga menjadi operator judi online dan membawa narkoba.

“Yang paling banyak, mereka tidak punya paspor dan visa kerja,” kata Andi kepada Kompas.com, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Delapan Pekerja Migran Indonesia Disekap dan Dianiaya di Malaysia

Andi merinci, PMI yang tidak memiliki paspor sebanyak 125 orang, tidak memiliki visa kerja 113 orang, ikut orangtua 25 orang, operator judi online 10 orang, membawa narkoba 1 orang dan kabur dari majikan karena gaji tidak dibayar 1 orang.

“Mereka diberangkatkan dari Entikong ke Pontianak Selasa (17/11/2020) pukul 19.30 WIB. Tiba di Pontianak Rabu dini hari, pukul 02.00 WIB,” ujar Andi.

Setelah didata di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak, lanjut Andi, 275 PMI ini akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing oleh Dinas Sosial Kalbar.

Baca juga: Seorang Pekerja Migran Asal NTB Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia

Mereka masing-masing berasal dari Kalbar 146 orang, Jawa Timur 25 orang, Jawa Tengah 6 orang, Jawa Barat 11 orang, Nusa tenggara Timur 13 orang, Sumatera Utara 3 orang, Lampung 4 orang, Nusa tenggara Barat 16 orang, Sulawesi Selatan 31 orang, Banten 2 orang.

Kemudian, Kalimantan Utara 2 orang, Kalimantan Timur 1 orang, Bengkulu 1 orang, Jambi 1 orang, Sulawesi Tengah 1 orang, Sumatera Selatan 5 orang, Kalimantan Tengah 1 orang dan Sulawesi Barat 6 orang

“Teknis kepulangan mereka nanti di Dinas Sosial,” tutup Andi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X