5 Kasus Keracunan Ikan Buntal di Tanah Air, Bocah 1 Tahun hingga Suami Istri Meninggal Jadi Korban

Kompas.com - 18/11/2020, 11:33 WIB
Sashimi ikan buntal (fugu). SHUTTERSTOCK/HIKOPHOTOGRAPHYSashimi ikan buntal (fugu).
Editor Rachmawati

4. Di Banyuwangi, satu keluarga tewas karena makan buntal

Di Banyuwangi, satu keluarga meninggal karena makan ikan buntal hasil pancingan pada Selasa (10/3/2020).

Korban adalah pasangan suami istri Muhlis Hartono (65) dan Dewi Ambarwati (50), serta ibu mertua Muhlis bernama Siti Habsah (80).

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menjelaskan tragedi tersebut berawal saat Muhlis membawa ikan buntal hasil pancingan pada Senin (9/3/2020).

Ikan tersebut kemudian dimasak bumbu santan dan untuk lauk makan.

Baca juga: Fakta di Balik Sekeluarga Tewas Keracunan Ikan Buntal di Banyuwangi

Setelah makan masakan itu, ketiganya merasa pusing. Keesokan harinya, ketiga korban masih tetap makan masakan tersebut, .

Hingga akhirnya Muhlis, Dewi, dan Siti dilarikan ke puskesmas setempat karena mengeluh mulas dan mual-mual. Meski telah menjalani perawatan, nyawa ketiga korban tidak tertolong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka meninggal lantaran keracunan," ujar Arman, Selasa.

Muhlis dan Dewi meninggalkan seorang anak balita yang kini dirawat kerabatnya.

Baca juga: Satu Keluarga di Banyuwangi Tewas Usai Makan Ikan Buntal, Ini Penyebabnya...

5. Di Bali, bocah 11 tahun tewas makan kerupuk ikan buntal

Kerupuk ikan buntal yang diduga menyebabkan dua anak-anak keracunanIstimewa Kerupuk ikan buntal yang diduga menyebabkan dua anak-anak keracunan
Di Buleleng, Bali, PAMS (11) meninggal keracunan setelah konsummi kerupuk ikan buntal pada Selasa (17/11/2020).

Sementara satu kerabatnya, KATP (5) menjalani perawatan di RSUD Buleleng.

"Diduga karena keracunan saat makan kerupuk kulit ikan buntal. Saat ini korban satu sudah berada di rumah duka, sedangkan korban dua masih di RSUD Buleleng," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya dalam keterangan tertulis, Selasa malam.

Kasus tersebut berawal saat PAMS bermain di rumah KATP. Mereka kemudian makan kerupuk ikan buntal yang disimpan di dalam toples. Tak lama kemudian, PAMS dan KATP muntah dan lemas.

Kerupuk ikan buntal itu dibuat oleh orangtua salah satu korban dari ikan hasil memancing di laut.

Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Gerkgak untuk perawatan. Karena keterbatasan alat, mereka berdua dirujuk ke rumah sakit dan PMAS dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: 2 Anak Keracunan Setelah Santap Kerupuk Kulit Ikan Buntal, Satu di Antaranya Meninggal

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Michael Hangga Wismabrata, Ahmad Faisol, Sigiranus Marutho Bere, Imam Rosidin | Editor : Aprillia Ika, Farid Assifa, Robertus Belarminus, David Oliver Purba, Dheri Agriesta)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X