Kisah Tukang Pijat Keliling di Yogya, Kayuh Sepeda Puluhan Km hingga Bayar Seikhlasnya

Kompas.com - 18/11/2020, 06:00 WIB
Uud saat beristirahat di sekitar stasiun tugu Yogyakarta dan sedang mengobrol dengan PKL Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoUud saat beristirahat di sekitar stasiun tugu Yogyakarta dan sedang mengobrol dengan PKL

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Uud Harahap adalah seorang tukang pijat keliling.

Dengan menggunakan sepeda kumbang, dia berkeliling kota Yogyakarta dan sekitarnya. Panas terik matahari tidak dipedulikan.

Nafasnya masih terengah-engah saat mengambil nasi gratis di sekitaran taman parkir Abu Bakar Ali.

Di bagian depan dan belakang sepedanya ia pasang sebuah pelat besi yang bertulisan tukang pijat keliling bayar seikhlasnya.

Di bagian belakang sepeda tepatnya di bagian tempat membonceng ia selipkan beberapa botol minuman dengan dibungkus plastik berwarna putih.

Ia keliling ke berbagai daerah di Yogyakarta seperti di sekitaran Condong Catur, Jalan Magelang, Giwangan, dan Sekitar Kota Yogyakarta. jarak beberapa daerah tersebut berjauhan, seperti dari Giwangan ke Condongcatur yang berjarak kurang lebih 10 kilometer.

Baca juga: Kisah Wanda Anak Lereng Merapi,Tiap Hari Belajar Online di Tambang Pasir Kali Gendol Sleman

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiap harinya dia mulai berkeliling sejak pukul 6 pagi hingga 12 siang, setelah itu dia beristirahat di pinggir jalan mencari tempat yang teduh. Setelah itu, ia lanjut lagi hingga sore kadang malam hari.

Saat ditemui, Uud habis memijat seorang dokter yang kecapekan karena telah melakukan operasi.

“Saya habis memijat dokter dia habis operasi kecapekan lalu saya dipanggil dan memijat di RS PKU Muhammadiyah,” katanya, Senin (16/11/2020).


Pria berusia 48 itu mulai belajar memijat sejak berumur 15 tahun. Dia memilih pijat bukan tanpa alasan. Menurutnya, pekerjaan tukang pijat dapat dilakukan hingga masa tua jika dibanding sebagai seorang penjahit.

Sebab, menjahit dibutuhkan kejelian mata yang tinggi.

“Ya kalau sudah tua kan pasti susah untuk memasukkan benang ke jarum karena mata kan pasti menurun kemampuannya. Sedangkan kalau memijat kan tidak,” katanya sembari menusuk sedotan ke gelas air mineral.

Berbeda dengan tukang pijat lainnya yang mematok harga setiap kali memijat, Uud tidak mematok bayaran. Berapa pun bayaran yang diberikan akan diterima dengan senang hati.

“Rp 30 ribu mau, Rp 40 ribu mau. ya disyukuri berapapun dapatnya yang penting saya bisa tetap makan. Tiap hari saya bisa memijat 3-4 orang, karena kalau dipaksakan tidak baik,” kata pria dengan dua orang anak itu.

Uniknya ia tidak memiliki ponsel selama berprofesi sebagai tukang pijat keliling.

Jika berminat menggunakan jasanya, pelanggan harus bertemu langsung di jalanan untuk membuat janji.

“Kalau saya pakai HP lalu saat mijat ada yang telepon dan tidak saya angkat kok kesannya sombong jadi mending enggak usah pakai HP,” katanya.

Kedua anak dan istrinya tinggal di Kota Solo. Sehari-hari, sang istri bekerja berjualan sayur. Satu bulan sekali ia sempatkan pulang ke Solo.

Uud pulang ke Solo dengan menggunakan sepeda untanya yang setiap hari dia gunakan untuk keliling.

“Saya rumahnya di Tawangmangu, karena jalan menanjak sepeda saya naiki dari Yogya ke Solo lalu sampai Solo sepeda saya titipkan ke terminal dan saya lanjut naik bus,” ujar dia.

Waktu tempuh yang yang ia lalui dari Yogyakarta ke Solo dengan menggunakan sepedanya 4 jam. Dia berangkat pukul 4 pagi setelah Subuh dan sampai ke rumahnya di Tawangmangu pukul 8 pagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X