Pesan Juru Kunci Merapi: Manusia Hidup Membutuhkan Alam

Kompas.com - 18/11/2020, 05:00 WIB
Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo Asihono saat menemui wartawan. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAJuru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo Asihono saat menemui wartawan.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Juru Kunci Gunung Merapi Mas Wedana Suraksohargo Asihono berpesan agar masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan alam Gunung Merapi. Sebab manusia hidup membutuhkan alam.

"Sudah sejak lahir kita itu hidup di lereng Merapi," ujar Juru Kunci Gunung Merapi saat ditemui, Selasa (17/11/2020).

Mas Asih menyampaikan masyarakat sudah paham dengan ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi. Sebab, masyarakat selama ini hidup berdampingan dengan Gunung Merapi.

 

Oleh karena itu, ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat masyarakat akan menjauh atau mengungsi sampai kondisi normal kembali.

"Memang kalau ada sesuatu, Merapi ada gejolak atau akan ada erupsi ya kita lebih baik menjauh," ungkapnya.

Baca juga: BPBD Sleman Pastikan EWS Awan Panas Merapi dalam Kondisi Baik

Namun jika kondisi aktivitas Gunung Merapi normal, maka masyarakat akan kembali. Setelah itu masyarakat akan beraktivitas seperti biasa.

"Kalau Merapi itu tenang, ya kita tenang-tenang saja dan tetap beraktivitas masing-masing di lereng Merapi. Sudah bisa kami mencari rumput di hutan lereng Merapi," urainya.

Menurutnya, hidup berdampingan dengan Gunung Merapi juga dalam bentuk menjaga dan melestarikan alamnya.

"Iya (berdampingan dengan Merapi), jadi kita selalu menjaga kelestarian alam, alamnya harus dijaga. Tidak boleh merusak," ungkapnya.

Baca juga: Pengungsi Merapi Terima Bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas

Salah satu yang mudah dan bisa dilakukan untuk menjaga alam Gunung Merapi adalah tidak membuang sampah sembarangan. Jika ada sampah, bisa diambil dan dibawa turun untuk dibuang di tempat sampah.

"Supaya lingkungan (Gunung Merapi) bersih, dan tidak boleh merusak alam. Tidak boleh kita menebang kayu seenaknya, jangan," tegasnya.

Menjaga dan melestarikan alam, lanjut Mas Asih, sangatlah penting. Sebab manusia hidup membutuhkan alam.

"Kita itu manusia hidup dengan alam, tapi mungkin alam tidak harus dengan manusia nggak masalah. Tetapi yang perlu merawat itu manusianya sendiri, karena merasa membutuhkan alam,"jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X