BPBD Sleman Pastikan EWS Awan Panas Merapi dalam Kondisi Baik

Kompas.com - 17/11/2020, 18:36 WIB
Asap solfatara keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Merapi Babadan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). Sejak status Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Kamis (5/11/2020), sebanyak 1.831 jiwa yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAsap solfatara keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Merapi Babadan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). Sejak status Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Kamis (5/11/2020), sebanyak 1.831 jiwa yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan Early Warning Sytem ( EWS) untuk awan panas Gunung Merapi maupun lahar dingin dalam kondisi baik. Total ada 8 EWS untuk awan panas.

Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan, ia sudah melakukan pengecekan terhadap EWS. Hasilnya semua EWS dalam kondisi baik.

"Kita pastikan untuk seluruh EWS dalam keadaan ready," ujar Joko saat ditemui, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Potensi Tsunami 20 Meter, EWS Tsunami Gunungkidul Rusak

Joko Lelono menjelaskan, di Kabupaten Sleman ada 8 EWS awan panas yang terpasang. Enam EWS ada di Kecamatan Cangkringan. Dua EWS awan panas sisanya ada di Kecamatan Turi dan Kecamatan Pakem.

Di Kecamatan Turi ada di Ngandong, Desa Girikerto. Sedangkan di Kecamatan Pakem, ada di Kaliurang Timur, Desa Hargobinangun.

Sedangkan untuk EWS banjir lahar dingin ada 9. EWS banjir lahar dingin ini 4 ada di Kecamatan Pakem yakni di Turgo I, Turgo II, Kemiri, Pulowatu. Tiga di Kecamatan Cangkringan yakni di Bronggang, Kliwang dan Jaranan.

Sisanya ada di Kecamatan Ngemplak yakni di Kejambon Lor dan Ngerdi.

Baca juga: Pengungsi Merapi Terima Bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas

Diungkapkannya, di setiap EWS ada personil yang berjaga. Sesuai dengan SOP, sirine EWS akan dibunyikan setelah ada perintah dari Kepala Pelaksana BPBD Sleman.

"Ini kan EWS penjaganya masih di sana, kewajiban mereka menyosialisasikan ke masyarakat, ketika ada perintah yang membunyikan petugasnya. Tapi kalau terpaksa petugas sudah turun, dibunyikan dari kantor," jelasnya.

EWS ini, lanjutnya, berfungsi sebagai tanda untuk mengosongkan wilayah atau perintah untuk mengungsi terbatas. Namun jika masih bisa disampaikan secara lisan ke masyarakat maka sirine EWS tersebut tidak dibunyikan.

"Patokanya sebelum erupsi sudah dipastikan kosong, karena patokanya (kalau status Gunung Merapi awas) harus sudah kosong. Semoga nanti pada waktu letusan tidak ada kegiatan evakuasi," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X