Kompas.com - 17/11/2020, 12:04 WIB
Pasar Berastagi di Kabupaten Karo, Sumut, terbakar pada Selasa (17/11/2020) dini hari. Sekitar 95 persen bangunan rusak akibat kebakaran. KOMPAS.com/HENDRI SETIAWANPasar Berastagi di Kabupaten Karo, Sumut, terbakar pada Selasa (17/11/2020) dini hari. Sekitar 95 persen bangunan rusak akibat kebakaran.

KARO, KOMPAS.com - Kebakaran melanda Pasar Berastasi, pasar tradisional pusat buah dan sayur di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (17/11/2020) dini hari. 

Akibatnya, ratusan kios ludes terbakar dan kerugian diestimasi mencapai miliaran rupiah. 

Kepala Pemadan Kebakaran Kabupaten Karo Hendrik P Tarigan menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dinihari. 

Pihaknya yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung menuju pusat kebakaran. 

Baca juga: Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas, Hujan Abu Turun di Berastagi

Hendrik menduga ratusan kios di Pasar Berastagi ludes terbakar. Namun ia belum bisa menjelaskan apa yang menyebabkan pasar tradisional tersebut terbakar. 

"Kami belum bisa jelaskan soal penyebab kebakaran, namun kalau kerusakan kami perkirakan hampir 95 persen bangunan hangus terbakar," ujar Hendrik di lokasi kejadian, Selasa.  

Kebakaran di Pasar Berastagi berhasil dipadamkan setelah 5 jam. 

"Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 06.00 WIB, ya sekitar 5 jam api dapat kami padamkan," pungkas Hendrik.

Baca juga: Pasar Weleri Terbakar, Pemkab Kendal Siapkan Pasar Darurat untuk Pedagang

Pasar ditutup, pedagang akan dipindahkan

 

Pasar Berastagi di Kabupaten Karo, Sumut, terbakar hebat pada Selasa (17/11/2020) dini hari. ratusan kios ludes terbakar dan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. KOMPAS.com/HENDRI SETIAWAN Pasar Berastagi di Kabupaten Karo, Sumut, terbakar hebat pada Selasa (17/11/2020) dini hari. ratusan kios ludes terbakar dan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Terpisah, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo Peribadi Sebayang mengatakan jika kebakaran hebat ini membuat 535 kios di Pasar Berastagi ludes terbakar. 

"Kalau kami lihat semua hangus terbakar di pasar tradisional ini. Di data kami sebanyak 535 kios hangus terbakar," kata Peribadi saat dijumpai di lokasi kebakaran, Selasa. 

Pemkab Karo akan menutup sementara Pasar Berastagi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Melihat situasi seperti ini pasar ini kami tutup sementara, sembari kami akan rapatkan untuk rencana pemindahannya," lanjutnya.

Ia juga memperkirakan, kerugian akibat kebakaran ini mencapai miliaran rupiah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X