Kisah Wanda Anak Lereng Merapi,Tiap Hari Belajar Online di Tambang Pasir Kali Gendol Sleman

Kompas.com - 17/11/2020, 06:07 WIB
Wanda Hera Kurniawati saat belajar daring ditemani ibunya Sutarti di area pertambangan Kali Gendol, Cangkringan Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWanda Hera Kurniawati saat belajar daring ditemani ibunya Sutarti di area pertambangan Kali Gendol, Cangkringan Sleman

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Seorang anak perempuan bernama Wanda Hera Kurniawati duduk di tempat yang teduh dengan beralaskan bebatuan kecil kawasan pertambangan di Kali Gendol, Cangkringan, Sleman.

Anak berisia 10 tahun ini meletakkan buku tulis di kakinya. Tangan kanannya memegang sebuah pena.

Tepat di sebelahnya, duduk perempuan bernama Sutarti (27) yang tidak lain adalah ibu Wanda Hera Kurniawati.

Baca juga: Kisah Lelut, Pria yang Bonceng 6 Anjing dengan Motor Bebek Sambil Bekerja, Videonya Viral

 

Sutarti yang berprofesi sebagai penambang pasir di Kali Gendol masih mengenakan sepatu dan caping. Keringatnya masih tampak mengucur karena baru saja menaikkan pasir ke atas pick up.

Sutarti meninggalkan sementara pekerjaanya karena harus mendampingi putrinya belajar secara daring. Ibu berusia 27 tahun ini sabar mendampingi putri pertamanya belajar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping anaknya, Sutarti memegang sebuah ponsel pintar. Wanda tampak melihat materi belajar di layar ponsel yang dipengang oleh ibunya. Kemudian, Wanda mencatat di buku tulisnya.

Suara raungan kendaraan seperti truk dan mobil pick up pengangkut pasir di Kaligendol seakan tak digubris oleh Wanda.

Anak perempuan yang saat ini kelas 5 Sekolah Dasar (SD) tetap terfokus pada proses belajar daring.

"Tidak terganggu (suara raungan kendaraan pengangkut pasir). Masih bisa konsentrasi belajar," ujar Wanda, saat ditemui di wilayah pertambangan pasir di Kali Gendol, Rabu (11/11/2020).

Wanda menyampaikan, ia tengah belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Selain itu juga belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

"Tadi buku PPKN saya bawa ke sini, untuk belajar. Saya suka pelajaran  tematik ada Bahasa, IPA dan IPS," ungkapnya.

Anak berusia 10 tahun yang bercita-cita menjadi dokter ini masih bisa mengikuti pelajaran meskipun lewat daring. Namun, Wanda mengaku sudah rindu belajar di sekolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X