Atasi Banjir, Pemkot Bandung Uji Coba 10 Sumur Imbuhan Dalam

Kompas.com - 17/11/2020, 06:02 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial bersa Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana tengah meninjau uji coba sumur resapan dalam yang diklaim mampu mengatasi genangan air ketika hujan turun. Humas Kota BandungWali Kota Bandung Oded M Danial bersa Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana tengah meninjau uji coba sumur resapan dalam yang diklaim mampu mengatasi genangan air ketika hujan turun.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya mengatasi banjir yang kerap terjadi di beberapa lokasi. Metode baru yang dipakai diberi nama sumur imbuhan dalam

Dari 10 sumur imbuhan dalam yang dibuat, salah satu titik yang tengah diuji coba berada di kawasan Rusunawa Cingised.

"Setelah biopori, drumpori, dan lebih besar lagi kolam retens,  sekarang ada teknologi ini yang diklaim bisa menampung air genangan sampai 6 liter per detik," kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (16/11/ 2020).

Oded optimistis, sumur imbuhan tersebut mampu mengatasi titik-titik genangan air di Kota Bandung agar bisa lebih cepat surut dan masuk ke tanah.

"Insya Allah ke depan akan diperbanyak, ini prototipe yang pertama. Kalau lihat hasilnya ternyata efektif dan bagus ini bisa menjadi solusi mempercepat kita dalam menangani persoalan banjir di Kota Bandung," ungkapnya.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang 8 Kampung di Cianjur, 60 Rumah Terendam

Oded mengatakan, 10 purwarupa sumur imbuhan dalam tersebut sengaja dibuat di wilayah timur Kota Bandung yang memang menjadi langganan tergenang air ketika hujan turun.

"Ketika Pak Kadis PU menyampaikan rencana 10 prototipe sumur imbuhan ini, saya arahkan supaya diprioritaskan di wilayah cekungan Bandung yang paling dalam, yaitu di daerah timur, Gedebage ini," bebernya.

Kepala Balai Air Tanah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Taufiq mengatakan, sumur imbuhan dalam ini mempunyai dua manfaat yakni mengurangi genangan dan menambah cadangan air tanah.

"Perangkatnya selain sumur, ada bangunan pengolah dengan beberapa langkah dan dengan instrumentasi. Sebelumnya kita lakukan penelitian dan monitoring. Ini efektif untuk kota-kota dengan genangan dan memperbaiki air tanah," katanya.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, metode ini sudah pernah digunakan sebelumnya untuk mengurangi banjir di sekitar Rancaekek.

"Uji cobanya sudah kita lakukan tiga tahun. Sebelumnya kita bangun di daerah Rancaekek, Cimahi, dan itu berhasil. Akhirnya kita kerja sama dengan DPU di Kota Bandung ini," lanjutnya.

Ahmad menjelaskan, metode sumur imbuhan dalam dengan kedalaman 100 meter, dipastikan tidak akan menggerus tanah di bawahnya. Karena sumur imbuhan dalam ini sudah didesain dengan kapasitasnya yang tidak bisa melebihi kapasitas serapan.

"Jadi kita desain tidak bisa over. Kalau dicoba dengan kapasitas sumur ini (6 liter per detik) dengan 8 liter, susah menyerapnya. Jadi sesuai kemampuan menyerapnya. Desain bangunan pengolahnya, saluran masuknya juga harus disesuaikan dengan kapasitas," jelasnya.

Dengan kapasitas serapan 6 liter per detik, waktu surutnya genangan air akan bisa dihitung.

"Jadi dengan sumur ini akan mempercepat turunnya genangan karena kita imbuhkan. Prinsipnya kita juga olah dulu, ada tiga filter, trash box untuk sampah, genangan sedimentasi yang membuat sedimennya turun, baru filter kasar seperti kerikil, baru nanti pasir, terakhir ke limpas," katanya.

Ahmad menjelaskan, sumur imbuhan dalam ini memiliki daya serap air yang cepat tapi tidak membutuhkan lahan terlalu besar.

"Dengan metode ini juga relatif lebih mudah daripada misalnya membangun kolam retensi. Karena membebaskan lahan di daerah perkotaan tidak mudah," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan,  teknologi sumur imbuhan dalam sangat dibutuhkan oleh DPU Kota Bandung yang tengah fokus pada memarkir dan meresapkan air

"Untuk memarkir biasanya pakai kolam retensi. Tapi itu butuh luasan yang besar dan tidak mudah, harus di daerah yang ada sungai dan cekungan. Sementara luasnya belum tentu kita punya," katanya.

Didi menambahkan, metode meresapkan air ke dalam tanah ternyata banyak diminati masyarakat Kota Bandung.

"Meresapkan air juga menjadi pilihan yang akan dominan, waktu drumpori diperkenalkan oleh wali kota dan wakil wali kota, dulunya yang masyarakat kurang begitu antusias, sekarang banyak yang minta untuk dibuatkan," akunya.

Baca juga: Hujan sejak Siang hingga Malam Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi

Menurut Didi, pada tahun 2020 Pemkot Bandung berencana membangun 10 sumur imbuhan. Harapannya sumur ini menjadi solusi menyelesaikan masalah genangan.

"Mudah-mudahan hasilnya baik ke depan, saat ini lokasi yang dibangun sumur imbuhan 3 titik di Perumahan Adipura, 2 titik di Panyileukan, 1 titik di SMPN 48, satu titik di SD Derwati, RW3 Derwati, dan Pasar Induk Gedebage," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Regional
Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Regional
Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Regional
Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Regional
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X